Saturday, 27 June 2026
Hukum & Kriminal

Identitas Korban Wanita Ditemukan Meninggal di Mobil Bandara Juanda Terungkap

Identitas mayat perempuan yang ditemukan di dalam mobil di Bandara Juanda, Surabaya, akhirnya terungkap sebagai seorang pegawai negeri sipil dari Pemkab Bangkalan.

A
Arya Satya Sasmita
25 June 2026 15 pembaca
Mobil TKP temuan mayat perempuan di area parkir kendaraan Terminal 1 Bandar Udara (Bandara) Internasional Juanda, Surabaya, Rabu (24/6). (CNN Indonesia/Farid)
Mobil TKP temuan mayat perempuan di area parkir kendaraan Terminal 1 Bandar Udara (Bandara) Internasional Juanda, Surabaya, Rabu (24/6). (CNN Indonesia/Farid)

Jakarta, CNN Indonesia -- Identitas mayat perempuan yang ditemukan di dalam sebuah mobil Toyota Innova berwarna hitam yang terparkir di area Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (24/6) akhirnya terungkap. Mobil tersebut memiliki pelat merah yang diduga merupakan kendaraan dinas, dan diduga milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan, dengan nomor polisi M 1090 GP. Korban yang ditemukan di dalam mobil tersebut adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Pemkab Bangkalan.

Menurut informasi dari detikJatim, identitas korban adalah inisial RJS berusia 50 tahun. Korban diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) di Pemkab Bangkalan.

Keluarga Mencari Kabar Setelah Korban Hilang

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengonfirmasi identitas korban tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban terakhir kali berangkat bekerja pada Kamis (18/6) dan sempat berpamitan kepada anaknya bahwa kemungkinan akan pulang pada Sabtu (20/6) karena ada agenda rapat. Namun, Risang menambahkan bahwa korban tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai lokasi rapat tersebut kepada keluarganya.

Risang menjelaskan, "Korban pamit kepada anaknya bahwa kemungkinan pulang hari Sabtu karena ada rapat. Tetapi tidak menyebutkan rapat di mana atau akan pergi ke daerah mana." Korban tinggal bersama anaknya yang sudah dewasa di perumahan dekat kompleks Pemkab Bangkalan, sedangkan suaminya tinggal di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, dan saat ini dalam keadaan kurang sehat. Pertemuan terakhir antara korban dan suaminya terjadi pada 4 Juni 2026, dan komunikasi keluarga berjalan normal tanpa adanya masalah yang mencolok.

Keluarga Mulai Merasa Kecemasan

Keluarga mulai merasakan kejanggalan ketika korban sulit dihubungi pada Sabtu sore, padahal pada pagi harinya masih berkomunikasi dengan anaknya. "Sabtu pagi masih ada komunikasi dengan anaknya. Tetapi sore harinya telepon seluler korban sudah tidak aktif dan tidak bisa dihubungi. Itu tidak biasa dilakukan korban," jelas Risang.

Sebelum menghilang, keluarga mengetahui status WhatsApp korban yang menyatakan dirinya berada di kawasan Batu atau Malang, Jawa Timur, namun informasi tersebut tidak pernah disampaikan langsung kepada keluarga atau suaminya. Karena tidak ada kabar, keluarga berusaha mencari informasi ke kerabat dan kenalan pada Minggu (21/6) dan berencana melapor ke polisi pada Selasa (24/6). "Awalnya keluarga berencana membuat laporan orang hilang pada Selasa. Namun sebelum laporan dibuat, keluarga sudah menerima kabar bahwa korban ditemukan meninggal dunia," kata Risang.

Mobil yang ditemukan di lokasi penemuan jenazah adalah kendaraan dinas yang biasa digunakan korban dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan. Saat ini, keluarga masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab kematian korban.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menyatakan bahwa pihaknya mendukung proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. "Manajemen Bandara Juanda mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib," ujarnya.

Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar, menambahkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus ke lokasi kejadian di Sidoarjo untuk melakukan verifikasi dan memastikan status kendaraan dinas tersebut. "Masih dicek, Dinas PRKP lagi kroscek ke TKP," ungkap Fauzan. Meskipun konfirmasi mengenai kepemilikan mobil dinas dari instansi terkait mulai jelas, Pemkab Bangkalan masih menunggu perkembangan dari kepolisian dan belum mendapatkan informasi lengkap mengenai identitas atau penyebab kematian korban.

// Artikel Terkait