Saturday, 25 July 2026
Peristiwa

Gubernur DKI Jakarta Dukung Satpam HI, Menilai Pengemudi Alphard yang Melanggar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai tindakan satpam yang terlibat insiden dengan pengemudi mobil Alphard di Bundaran HI sudah tepat dan meminta agar satpam tidak dipecat.

G
Gilang Bagas Baskara
24 July 2026 28 pembaca
Foto: Tangkapan layar Instagram
Foto: Tangkapan layar Instagram

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa ia mengikuti perkembangan insiden antara petugas keamanan (satpam) dan pengemudi mobil Toyota Alphard yang viral di media sosial. Menurutnya, tindakan yang diambil oleh satpam tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pramono menyatakan bahwa ia telah melihat rekaman CCTV untuk memahami lebih jelas mengenai kronologi peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) siang. Setelah meneliti rekaman tersebut, ia berpendapat bahwa satpam tidak seharusnya mendapatkan sanksi pemecatan. "Yang pertama adalah untuk nasibnya satpam, saya akan meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali," ujarnya saat berada di Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (24/7/2026).

Pelanggaran Lalu Lintas oleh Pengemudi

Pramono menegaskan bahwa pengemudi mobil Alphard merupakan pihak yang pertama kali melakukan pelanggaran lalu lintas. Ia menjelaskan bahwa satpam yang ingin menyeberang di pelican crossing merasa kesal dan melakukan pemukulan pada kaca mobil tersebut. "Terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar," tambahnya.

Informasi Pelat Nomor Palsu

Selain itu, Pramono juga mengungkapkan bahwa ia mendapatkan informasi mengenai pelat nomor yang digunakan oleh mobil Alphard tersebut adalah palsu. Dengan demikian, ia berpendapat bahwa pengemudi mobil itulah yang seharusnya mendapatkan sanksi atas tindakan melanggar yang dilakukannya.

Insiden ini telah menjadi sorotan publik, dan Pramono berharap agar keadilan dapat ditegakkan dalam kasus ini.

// Artikel Terkait