Monday, 28 September 2026
Peristiwa

Gapasdap Mendorong Perbaikan Sistem Pencatatan Penumpang Kapal

Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem pencatatan penumpang dalam angkutan penyeberangan guna meningkatkan keselam...

I
Ilham Fadli Akbar
28 September 2026 9 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Dewan Pengurus Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (DPP Gapasdap) mengajak pemerintah untuk menyempurnakan sistem pencatatan penumpang dalam angkutan penyeberangan. Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha untuk memperkuat keselamatan pelayaran di Indonesia.

Usulan ini disampaikan oleh Gapasdap sejalan dengan langkah Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang tengah melakukan evaluasi dan perbaikan berbagai aspek keselamatan transportasi. Salah satu fokus utama adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 66 Tahun 2019, yang mengatur mekanisme penetapan dan perhitungan tarif angkutan penyeberangan, terutama terkait pencatatan penumpang.

Pentingnya Data Penumpang dalam Keadaan Darurat

Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo menjelaskan bahwa sesuai dengan ketentuan PM 66/2019, tarif kendaraan penumpang ditentukan berdasarkan satu unit kendaraan. Namun, ia menekankan bahwa jumlah orang dalam kendaraan belum dihitung secara individual dalam tarif tersebut. Dalam praktiknya, hal ini dapat menyebabkan perbedaan antara jumlah penumpang yang terdaftar dalam sistem tiket dan jumlah orang yang sebenarnya ada di dalam kapal.

Khoiri menilai bahwa isu ini perlu ditangani tidak hanya dari segi tarif, tetapi juga dari akurasi data penumpang dan keselamatan. Ia menyatakan, "Kami memahami bahwa Bapak Menteri Perhubungan beserta seluruh jajaran saat ini sedang bekerja keras melakukan pembenahan keselamatan pelayaran. Gapasdap ingin menjadi bagian dari upaya tersebut dengan memberikan masukan berdasarkan pengalaman operasional di lapangan."

Manifest sebagai Bagian Penting dari Keselamatan

Khoiri juga menekankan pentingnya data mengenai jumlah orang di kapal saat terjadi keadaan darurat, terutama dalam proses pencarian dan pertolongan. Ia menegaskan, "Karena itu, manifest bukan hanya persoalan administrasi, tetapi merupakan salah satu bagian penting dari sistem keselamatan."

Dengan demikian, Gapasdap berharap bahwa pemerintah dapat mempertimbangkan masukan ini untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di Indonesia.

// Artikel Terkait