Monday, 15 June 2026
Olahraga

Febriana Meilysa Akui Keterburu-buruan di Final Australia Open 2026

Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, harus puas dengan posisi runner-up di Australia Open 2026 setelah kalah dari pasangan China.

J
Jonathan Michael
15 June 2026 4 pembaca
Febriana Meilysa Akui Keterburu-buruan di Final Australia Open 2026
Febriana Dwipuji Kusuma-Meilysa Trias Puspitasari /[Foto:PBSI]

Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, yang menempati peringkat 15 dunia, mengalami kekalahan di final turnamen Australia Open 2026 BWF World Tour Super 500. Mereka harus menerima kenyataan sebagai runner-up setelah bertanding melawan pasangan peringkat 5 dunia asal China, Jia Yifan dan Zhang Shu Xian, di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Australia pada Minggu (14/6) siang waktu setempat.

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Febriana dan Meilysa tidak mampu mengatasi dominasi unggulan teratas tersebut. Mereka kalah dalam dua game langsung dengan skor 22-24 dan 13-21. "Di gim pertama tadi memang dari awal kami sebenarnya sudah pegang permainan, tapi pada saat poin-poin kritis itu butuh ketenangan yang lebih lagi dan lebih sabar lagi," ungkap Febriana kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

Perjalanan Pertandingan yang Ketat

Febriana dan Meilysa memulai game pertama dengan baik, meraih keunggulan cepat 2-0 dan 7-3, hingga menutup interval dengan skor 11-5. Namun, pasangan China yang sempat lambat mulai bangkit dan mengejar ketertinggalan. Kesalahan yang dilakukan oleh pasangan Indonesia membuat mereka hanya unggul tipis 16-15 sebelum akhirnya berbalik tertinggal 18-19. Meskipun berhasil memaksakan setting, ketenangan Jia Yifan dan Zhang Shuxian menjadi penentu kemenangan di game pertama.

Di game kedua, Febriana dan Meilysa kembali memulai dengan baik, namun keunggulan 4-0 mereka segera sirna ketika pasangan China berhasil membalikkan keadaan dan menutup interval dengan skor 8-11. Setelah jeda, Jia Yifan dan Zhang Shuxian semakin mendominasi permainan, memaksa pasangan Indonesia melakukan banyak kesalahan dan membuat mereka tertinggal jauh 11-19 sebelum akhirnya menyerah di game kedua dengan skor 13-21.

Refleksi dan Harapan ke Depan

Kekalahan ini menjadi yang kedua kalinya berturut-turut bagi Febriana dan Meilysa setelah sebelumnya meraih posisi kedua di turnamen yang sama tahun lalu. "Kami tetap mensyukuri hasil ini walaupun belum bisa upgrade. Positifnya di sini kami dapat suasana dan hawa pertandingannya, semoga ke depan bisa seperti ini terus," kata Meilysa, menegaskan harapan untuk perbaikan di masa mendatang.

// Artikel Terkait