Monday, 15 June 2026
Olahraga

Alwi Farhan Raih Gelar di Australia Open, Bangkit dari Kekecewaan Piala Thomas

Alwi Farhan, pebulutangkis tunggal putra Indonesia, berhasil meraih gelar Super 500 keduanya di Australia Open 2026 setelah mengalahkan Dong Tianyao dari Tiongkok. Kemenangan ini menjadi momen kebangk...

N
Ni Luh Ayu Sari
15 June 2026 6 pembaca
Alwi Farhan Raih Gelar di Australia Open, Bangkit dari Kekecewaan Piala Thomas
Alwi Farhan/[Foto:PBSI]

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, berhasil membuktikan kemampuannya dengan meraih gelar Super 500 keduanya di Australia Open 2026 yang berlangsung pada 14 Juni di Sydney. Dalam pertandingan final, Alwi yang merupakan pemain peringkat 13 dunia, dengan mudah mengalahkan Dong Tianyao, petenis Tiongkok yang berada di peringkat 73 dunia, dengan skor 21-13, 21-13 di Quaycentre.

Kemenangan ini menambah koleksi gelar Super 500 Alwi setelah sebelumnya ia sukses di Indonesian Masters pada bulan Januari. Meskipun merasa bahagia dengan pencapaiannya, Alwi mengakui bahwa perjalanan menuju kemenangan ini tidaklah mudah, terutama setelah mengalami kekecewaan di Final Piala Thomas yang berlangsung di Horsens, Denmark, pada bulan Mei. Di turnamen tersebut, Indonesia mengalami kekalahan mengejutkan dengan skor 4-1 dari Prancis, di mana Alwi sendiri kalah dari Alex Lanier dalam pertandingan kedua.

Kebangkitan Setelah Kekecewaan

"Saya merasa sangat bahagia bisa menang karena beberapa bulan terakhir ini sangat sulit bagi saya sejak Piala Thomas," ungkap Alwi kepada Asosiasi Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua yang telah memberikan dukungan, termasuk mereka yang sempat mengkritiknya. "Ini adalah perjalanan yang harus saya lalui. Ini tidak mudah dan memiliki banyak tantangan di depan, tetapi saya meyakinkan diri sendiri bahwa saya tidak akan menyerah dan akan selalu bekerja keras untuk menjadi lebih baik," tambahnya.

Menebus Kekecewaan Tim Indonesia

Kemenangan Alwi Farhan di Sydney juga sedikit mengobati kekecewaan yang dialami tim Indonesia di nomor ganda putra dan ganda putri, di mana kedua pasangan tersebut kalah dari Tiongkok dalam laga final. Unggulan ketiga, Sabar Gutama-Moh Reza Pahlevi, harus mengakui keunggulan unggulan keempat, Chen Boyang-Liu Yi, dengan skor 15-21, 19-21. Sementara itu, di nomor ganda putri, Jia Yifan-Zhang Shuxian berhasil mengalahkan Febriana Dwipuji-Meilysa Trias dengan skor 24-22, 21-13.

// Artikel Terkait