Jakarta, CNN Indonesia -- Komjen Polisi Fadil Imran, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, memberikan tanggapan terkait pemasangan pagar tinggi oleh beberapa pusat perbelanjaan. Ia menekankan bahwa kondisi di Indonesia saat ini masih terbilang aman dan terkendali.
"Sampai hari ini, berdasarkan data sistem pelaporan operasional harian, tidak ada hal yang menonjol, tidak ada," ungkap Fadil di Jakarta pada hari Sabtu.
Pemasangan Pagar di Mal
Fadil menjelaskan bahwa tindakan pemilik properti, seperti mal, untuk memasang pagar adalah hal yang wajar. Ia meminta masyarakat agar tidak terprovokasi oleh narasi yang menyatakan bahwa pemasangan pagar tersebut menandakan adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya," jelasnya.
Keamanan di Jakarta
Memasuki bulan Agustus, Fadil menegaskan bahwa tidak ada langkah antisipasi khusus yang diambil oleh kepolisian, karena mereka selalu dalam keadaan siaga. "Setiap hari kami jaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga. Jadi tidak ada (antisipasi khusus), biasa saja, semua kita siaga selalu," tuturnya.
Beberapa mal di Jakarta dilaporkan telah memasang pagar tinggi dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola mal untuk tidak merasa khawatir berlebihan, mengingat kondisi ibu kota saat ini aman.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono pada hari Jumat.
Ia juga mengingatkan kembali peristiwa demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025, dan menekankan pentingnya koordinasi antara Pemprov DKI dengan TNI/Polri serta pihak-pihak terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," tambahnya.
Sementara itu, Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, mengajak masyarakat untuk memverifikasi informasi yang beredar yang dapat menimbulkan ketakutan terkait potensi gangguan keamanan.
"Kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar nggak 'fear monger' yang sedang beredar itu," tuturnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Jumat.
Hasan menekankan pentingnya sikap optimis dari masyarakat, karena kondisi negara saat ini dalam keadaan baik dan pemerintah terus melaksanakan berbagai program. Ia memberikan contoh pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang berlangsung dengan komunikasi yang baik.
"Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada alasan buat kita nggak maju," tuturnya.