Friday, 10 July 2026
Olahraga

Evaluasi PBSI atas Kinerja Tim Merah Putih di Kejuaraan Asia Junior 2026

PBSI telah melakukan evaluasi terkait hasil yang kurang memuaskan dari tim Merah Putih di Kejuaraan Asia Junior 2026 yang berlangsung di Jepang. Meskipun ada beberapa pencapaian, tim Indonesia mengala...

A
Arya Satya Sasmita
09 July 2026 15 pembaca
Tim Bulu Tangkis Indonesia/[Foto:PBSI]
Tim Bulu Tangkis Indonesia/[Foto:PBSI]

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah melakukan penilaian mengenai kegagalan tim Merah Putih dalam Kejuaraan Asia Junior 2026 yang berlangsung pekan lalu di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang. Di nomor beregu campuran, Merah Putih berhasil mengalahkan tim kuat Korea Selatan dengan skor 2-0, namun harus menyerah dari Malaysia yang merupakan unggulan kedua dalam perebutan posisi juara grup.

Di babak perempat final, Indonesia tidak berhasil mengalahkan unggulan teratas, Thailand, dengan skor tipis 1-2, sehingga tidak dapat membawa pulang medali dari nomor beregu campuran. "Saat menghadapi Korea di fase grup, anak-anak mampu memanfaatkan momentum dengan baik sehingga berhasil meraih kemenangan. Sebaliknya saat melawan Malaysia dan Thailand, kami kehilangan beberapa poin penting pada momen-momen krusial," ungkap perwakilan PBSI melalui siaran pers pada Selasa (7/7).

Kualitas Permainan dan Pengalaman Lawan

"Secara kualitas kami mampu bersaing, tetapi lawan tampil lebih tenang karena memiliki pengalaman internasional yang lebih banyak," tambahnya. Di nomor individual, Merah Putih sempat memiliki harapan untuk meraih lebih banyak medali dengan menempatkan enam wakil di babak delapan besar. Namun, hanya satu wakil, Fardhan Rainanda Joe, yang berhasil melaju ke semifinal.

Fardhan Rainanda Joe, pebulutangkis tunggal putra Indonesia, akhirnya meraih medali perak setelah kalah di final dari wakil China, Hong Tian Yue, dengan skor 18-21 dan 19-21 dalam dua game yang ketat. "Sektor ganda putri menunjukkan perkembangan dengan meloloskan dua pasangan ke perempat final. Di sektor ganda campuran, pasangan-pasangan non-pelatnas juga mampu memberikan perlawanan yang cukup baik. Namun secara keseluruhan masih banyak detail yang harus kami benahi agar hasilnya lebih maksimal," jelasnya.

Kesalahan dalam Pertandingan

"Di gim pertama, saya banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu memberikan terlalu banyak poin ke lawan," kata Joe kepada tim Humas dan Media PP PBSI. Penilaian ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan, masih banyak yang perlu diperbaiki untuk mencapai hasil yang lebih baik di masa depan.

// Artikel Terkait