Sunday, 04 October 2026
Peristiwa

Dukungan Menteri Jerman dan Wakil Menteri Kesehatan RI untuk Sinergi Bayer

Bayer Indonesia menerima kunjungan dari Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, serta Duta B...

A
Arya Satya Sasmita
24 August 2026 79 pembaca
Foto: Dok. HOB
Foto: Dok. HOB

DEPOK – Bayer Indonesia menyambut kedatangan Reem Alabali Radovan, Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, yang didampingi oleh Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, serta Ralf Beste, Duta Besar Jerman untuk Indonesia. Kunjungan ini berlangsung di fasilitas manufaktur kesehatan PT Bayer Indonesia yang terletak di Cimanggis dan merupakan bagian dari agenda delegasi Jerman di Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis di bidang transisi energi serta kerja sama sektor swasta.

Kunjungan ini menekankan peran Bayer sebagai contoh nyata sinergi antara Indonesia dan Jerman dalam mendukung prioritas nasional, baik dalam agenda dekarbonisasi maupun penguatan sektor kesehatan. Pabrik kesehatan di Cimanggis merupakan salah satu fasilitas manufaktur strategis global Bayer yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga mengekspor produk ke lebih dari 42 negara.

Komitmen Terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Reem Alabali Radovan menyatakan bahwa Jerman dan Indonesia memiliki komitmen yang kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Ia menjelaskan, "Fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, mulai dari memajukan energi terbarukan dan memperkuat industri lokal, hingga memperluas kapabilitas manufaktur yang mendukung kesehatan ibu dan anak. Upaya-upaya ini menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus berkontribusi pada pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan. Melalui kebijakan pembangunan, kami sedang membangun jembatan antarnegara mitra, yang bertujuan untuk merintis kemitraan baru secara bersama-sama dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jerman secara sistematis.”

Peran Bayer dalam Kesehatan Nasional

Sementara itu, Dante Saksono Harbuwono menyampaikan keyakinannya bahwa kehadiran Bayer di Indonesia merupakan contoh konkret dari kemitraan jangka panjang yang solid antara pemerintah dan sektor industri. Ia menambahkan, "Melalui program nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan untuk menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahunnya. Guna mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten.”

Priscilla Silvan Praritza, Kepala Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, menegaskan bahwa kunjungan ini mencerminkan komitmen jangka panjang PT Bayer Indonesia untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional. Melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang esensial bagi kebutuhan domestik maupun pasar global.

Selama kunjungan, delegasi juga meninjau instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare dengan kapasitas 2.054 kWp. Instalasi ini merupakan salah satu fasilitas tenaga surya terbesar di antara perusahaan farmasi multinasional di Indonesia, yang mampu menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas dan mereduksi emisi karbon hingga 2.073 ton CO₂ per tahun. Selain itu, delegasi juga mengecek fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS). Dengan investasi sebesar Rp99 miliar untuk lini produksi termasuk MMS dan R&D, Bayer memperkuat kapabilitas manufaktur lokal untuk memproduksi suplemen prenatal standar UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil. Kapasitas produksi mencapai 1,2 miliar tablet MMS per tahun dalam kemasan botol dan blister untuk mendukung prioritas pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

// Artikel Terkait