Kesiapan memasuki dunia penerbangan perlu dibangun sejak bangku sekolah, termasuk keberanian menggunakan bahasa Inggris. Bagi siswa SMK Penerbangan Dirghantara, kemampuan ini menjadi bekal utama untuk menghadapi lingkungan kerja yang terhubung langsung dengan dunia internasional. Kebutuhan tersebut menjadi pembahasan utama dalam Talkshow Pendidikan Vokasi SMK Penerbangan Dirghantara bersama Golden English yang digelar di Gedung Amfitheater Heri Sudharmaji, PPI Curug, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, BBA, S.E.. Pentingnya komunikasi dalam industri aviasi ini tercermin pada persyaratan kecakapan bahasa Inggris yang ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) bagi pilot dan pengatur lalu lintas udara dalam operasi internasional. Bagi para siswa, mengenal kebutuhan bahasa pada profesi yang dituju menjadi bagian penting dari persiapan sebelum memasuki dunia kerja.
Kemampuan Bahasa Inggris Menjadi Bekal Penting Karier Vokasi
Kepala SMK Penerbangan Dirghantara, Eva Sulastri, S.T., M.Pd., menempatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal penting bagi masa depan siswa. Menurutnya, dunia kerja yang semakin terhubung secara global menuntut siswa memberikan perhatian pada kemampuan berbahasa sejak masa pendidikan.
“Bahasa Inggris sangat penting, kalau boleh diberi persentase, 100 persen. Di era globalisasi, kemampuan bahasa Inggris perlu diperhatikan untuk menunjang karier siswa-siswi kami,” ujar Eva.
Pandangan tersebut memberi arah pada kegiatan bahwa siswa perlu memahami hubungan antara bahasa yang dipelajari dan cita-cita yang ingin diraih. Kesempatan mencoba berbicara secara langsung menjadi langkah awal agar mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa Inggris.
Bangkitkan Antusiasme dan Mengusung Semangat "Make Mistakes and Make It Fun"
Eva Sulastri turut mengapresiasi antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan bersama Golden English. Ia menilai metode pembelajaran yang dibawakan membantu siswa terlibat secara aktif dalam proses belajar.
“Siswa-siswi kami sangat antusias mengikuti acara ini. Terima kasih kepada Golden English,” ungkap Eva.
Eva berharap semangat tersebut dapat terus dijaga dan mengingatkan siswa untuk tidak berhenti belajar, bahkan ketika kelak sudah memasuki dunia kerja. Kemampuan bahasa Inggris, menurutnya, perlu terus dikembangkan untuk menunjang perjalanan karier di tengah arus globalisasi.
Harapan itu mendapat dukungan melalui materi yang disampaikan oleh CEO Golden English, Aldo Rinaldy, yang mengajak siswa belajar dengan semangat “Make mistakes and make it fun”. Ia juga menekankan pentingnya latihan berulang melalui pesan “Knowledge is built by learning. Skill is built by repetition.”. Siswa diajak untuk berani mencoba, menerima masukan, lalu menggunakan kembali apa yang telah dipelajari.
Praktik Percakapan Langsung Bersama Penutur Asli
Melalui kegiatan ini, siswa mendapat kesempatan mempraktikkan pesan tersebut melalui sesi tanya jawab dengan penutur asli (native speaker) bahasa Inggris dari Golden English. Dalam interaksi ini, mereka berlatih mendengarkan pertanyaan, memahami maksud lawan bicara, dan menyampaikan respons secara langsung.
Kesempatan berlatih tersebut mendapat tanggapan positif dari para siswa. Diwo Zahirul Latief, salah satu siswa SMK Penerbangan Dirghantara, menilai kegiatan ini menyenangkan sekaligus bermanfaat.
“Seru banget, sangat berguna buat saya dan teman-teman di sini,” ucap Diwo.
Pengalaman berinteraksi langsung juga menjadi bagian yang berkesan bagi Sri Denawati, siswa SMK Penerbangan Dirghantara lainnya.
“Happy dan amazing banget, dapat banyak insight, motivasi yang membangun, dan seru bisa interaksi langsung sama native speaker,” tutur Sri.
Tanggapan keduanya memperlihatkan bagaimana kesempatan mencoba percakapan dapat membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan siswa. Pengalaman ini diharapkan mendorong mereka untuk terus berlatih dan lebih berani menggunakan bahasa Inggris setelah kegiatan berakhir.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Prospek Industri Aviasi Masa Depan
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, BBA, S.E., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa kesiapan siswa vokasi perlu ditopang oleh kemampuan komunikasi, karakter, dan kedisiplinan, di samping keterampilan teknis.
“Bagi anak-anak yang ingin berkarier di dunia penerbangan, kemampuan bahasa Inggris harus terus diasah,” kata Intan dalam sambutannya. Ia juga mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha agar pembelajaran vokasi tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Keterkaitan antara pembelajaran dan kebutuhan industri juga disoroti oleh Aldo Rinaldy. Dalam pemaparannya, ia menyebut perkiraan kebutuhan sekitar 240 ribu tenaga penerbangan hingga tahun 2045 dan mengajak siswa memikirkan kesiapan mereka untuk mengambil peluang tersebut.
“hampir di semua lowongan aviation membutuhkan bahasa inggris, so that's why we are here, harapan nya kita bisa bantu teman teman yang akan berkiprah di dunia aviation nanti untuk bisa membantu mewujudkan impian mereka,” ujar Aldo.
Pesan tersebut menghubungkan latihan bahasa Inggris dengan tujuan karier siswa. Kebutuhan bahasa dapat berbeda menurut posisi dan perusahaan, sehingga mengenali persyaratan pekerjaan yang diminati menjadi langkah penting untuk menentukan kemampuan yang perlu dikembangkan. Seiring penguatan keterampilan teknis di sekolah, kebiasaan menggunakan kosakata baru dan mencoba percakapan dapat membantu siswa membangun bekal komunikasi untuk mengejar karier di dunia aviasi.