Komitmen untuk mendukung pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan di berbagai daerah terus diperkuat oleh berbagai pihak. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui program Ekspedisi Kemerdekaan Pendidikan di Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Mengusung semangat “Menjelajah Indonesia, Menyalakan Harapan”, program yang digagas oleh Telkomsat ini menyasar anak-anak dan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan dan Aceh. Fokus utamanya mencakup penguatan literasi, peningkatan minat baca, serta penyediaan sarana pendukung pembelajaran.
Tantangan Fasilitas dan Respon Terhadap Bencana
Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah terpencil, mulai dari keterbatasan fasilitas pembelajaran, ketersediaan bahan bacaan, hingga akses terhadap sarana pendidikan yang memadai.
Salah satu kondisi tersebut terlihat di SDN 2 Lokop, Dusun Sekualan, Desa Ujung Taring, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, yang terdampak bencana banjir bandang. Kondisi pascabencana turut memengaruhi proses pembelajaran, salah satunya keterbatasan ruang yang menyebabkan siswa dari berbagai tingkatan kelas harus mengikuti kegiatan belajar secara bersamaan. Situasi ini menunjukkan pentingnya dukungan berbagai pihak untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Menumbuhkan Minat Baca Lewat Pojok Baca
Sebagai bagian dari upaya mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan berbagai kegiatan berkonsep Explore, Share, Impact, di antaranya Kelas Inspirasi Literasi dan Pojok Baca Sekolah. Melalui kegiatan Kelas Inspirasi Literasi, anak-anak diajak untuk mengembangkan minat membaca. Sementara itu, Pojok Baca Sekolah dibuat sebagai ruang untuk mendekatkan akses terhadap buku, menumbuhkan budaya membaca, dan memperluas wawasan siswa secara berkelanjutan.
Komitmen Tanggung Jawab Sosial dan SDGs
VP Corporate Secretary Telkomsat, Fino Arfiantono, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, pemerataan kesempatan belajar menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat, terutama bagi anak-anak di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.
“Pemerataan pembangunan tidak hanya berbicara mengenai akses terhadap teknologi dan konektivitas, tetapi juga bagaimana cara setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensinya. Kami berharap dapat turut menghadirkan semangat dan harapan baru bagi anak-anak di Papua Pegunungan dan Aceh,” ujar Fino dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Program Ekspedisi Kemerdekaan Pendidikan di Wilayah 3T yang berkolaborasi dengan Relawan Nusantara ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak, memperluas akses terhadap bahan bacaan, serta mendukung keberlanjutan pendidikan di Papua Pegunungan dan Aceh.
“Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud komitmen kami dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya tujuan keempat, yaitu pendidikan berkualitas,” tandas Fino.