Thursday, 09 July 2026
Peristiwa

Dede Yusuf Ingatkan Pentingnya Pertimbangan dalam Usulan Nama Provinsi Jawa Barat

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menekankan perlunya kajian mendalam terkait usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda untuk menghindari potensi konflik budaya.

M
Made Wirawan
08 July 2026 22 pembaca
Foto: Antara/Putu Indah Savitri
Foto: Antara/Putu Indah Savitri

Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, mengingatkan bahwa usulan untuk mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda harus dipertimbangkan dengan seksama. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa penamaan yang berfokus pada satu identitas budaya dapat menimbulkan gesekan dengan kelompok budaya lain yang ada di Jawa Barat.

Pengalaman Pemekaran Wilayah

Dede menyoroti pengalaman Jawa Barat dalam pemekaran wilayah, seperti berdirinya Provinsi Banten, serta berbagai usulan pembentukan provinsi baru lainnya. "Dulu Jawa Barat memiliki Banten yang kini berdiri sendiri. Selain itu, ada juga usulan dari Provinsi Cirebon dan Provinsi Bogor Raya untuk memisahkan diri. Menyatukan kembali wilayah-wilayah tersebut sangatlah sulit, salah satunya dengan memberikan ruang bagi kebudayaan lain," jelasnya.

Pentingnya Kajian Mendalam

Menurut Dede, penggunaan nama yang hanya merujuk pada satu budaya berpotensi menimbulkan masalah di masa depan. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa perubahan nama provinsi saat ini belum diperlukan. "Jika kita hanya membahas satu nama yang berkaitan dengan kebudayaan, ini bisa menyebabkan gesekan di kemudian hari. Jadi, menurut kami, saat ini belum saatnya untuk mengganti nama provinsi," tambahnya.

Ia juga memberikan contoh kemungkinan dampak jika perubahan nama provinsi berdasarkan identitas budaya diterapkan di daerah lain. "Misalnya, jika Jawa Tengah juga ikut mengubah namanya, bisa jadi kita akan melihat nama seperti Provinsi Solo. Kita tidak tahu bagaimana perkembangan ini akan berlangsung. Oleh karena itu, sebaiknya kita tetap pada nama yang ada untuk saat ini. Namun, keputusan tersebut ada di tangan daerah. Yang jelas, belum ada masukan resmi ke Komisi II," tutupnya.

Sejarawan dari Bekasi, Ali Anwar, menilai bahwa wacana ini dapat memicu sentimen kesukuan. Ia mencatat bahwa tidak semua wilayah di Jawa Barat saat ini memiliki kultur suku Sunda, seperti daerah Pantura, Depok, dan Bekasi. "Jika Jabar diubah menjadi Sunda, ini akan menimbulkan sentimen kesukuan di daerah tersebut. Cirebon, Pantura, Bekasi, dan Depok, itu kulturnya bukan Sunda atau sudah bukan Sunda lagi," ungkapnya saat dihubungi.

// Artikel Terkait