Thursday, 08 October 2026
Peristiwa

Dampak Lingkungan dari Permintaan Biofuel yang Meningkat di Asia

Sebuah film dokumenter baru mengeksplorasi dampak sosial dan lingkungan akibat pertumbuhan permintaan biofuel di Asia, yang ditayangkan perdana selama Bangkok Climate Action Week.

D
Doni Setiawan
08 October 2026 4 pembaca
Foto: Republika
Foto: Republika

Film dokumenter terbaru mengungkapkan dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh meningkatnya permintaan biofuel di Asia. Acara pemutaran perdana berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, dalam rangka Bangkok Climate Action Week.

Dokumenter yang diproduksi oleh Solutions for Our Climate (SFOC) ini menyelidiki perkembangan biofuel, mulai dari perkebunan kelapa sawit di Indonesia hingga lonjakan permintaan biofuel di Korea Selatan. Film ini ditayangkan bersamaan dengan dokumenter lain yang dibuat oleh Global Environment Forum (GEF) dari Jepang, yang membahas tentang ekspansi biomassa hutan dan perkebunan energi di Indonesia.

Kekhawatiran atas Kerusakan Lingkungan

Marihel Parda Winda, yang menjabat sebagai Forest and Land Use Program Officer di SFOC, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kerusakan yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Ia merasa sedih melihat hutan yang digantikan oleh perkebunan monokultur. "Masyarakat kehilangan begitu banyak hal yang disediakan oleh hutan, mulai dari keanekaragaman hayati dan sumber penghidupan hingga berbagai fungsi yang menopang kehidupan mereka," ungkap Marihel dalam siaran pers yang dirilis di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Urgensi untuk Mengatasi Masalah Lingkungan

Dokumenter ini tidak hanya menyoroti masalah yang dihadapi oleh masyarakat lokal, tetapi juga menekankan perlunya tindakan untuk mengatasi dampak negatif dari ekspansi biofuel. Dengan meningkatnya permintaan, penting bagi semua pihak untuk mempertimbangkan keberlanjutan dan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat.

// Artikel Terkait