Thursday, 30 July 2026
Peristiwa

BPOM Luncurkan 100 Kader Pramuka untuk Meningkatkan Keamanan Obat dan Makanan

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya melatih 100 anggota Pramuka dalam program Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) untuk memperkuat perlindungan masyarakat terhadap o...

Z
Zidan Alfarezi
30 July 2026 4 pembaca
Foto: dokpri
Foto: dokpri

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko peredaran obat, kosmetik, dan pangan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Komitmen ini diwujudkan melalui program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) Tahun 2026, di mana 100 anggota Pramuka dilatih menjadi pelopor keamanan obat dan makanan.

Melalui inisiatif ini, BPOM berupaya untuk memperluas edukasi yang mencakup sekolah, universitas, keluarga, dan masyarakat luas. Langkah ini merupakan bagian dari strategi BPOM untuk membangun sistem pengawasan yang lebih efektif dengan pendekatan edukatif. Selain melakukan pengawasan langsung, BPOM juga mendorong partisipasi generasi muda sebagai mitra strategis dalam menyebarkan informasi yang akurat. Dengan cara ini, diharapkan budaya kesadaran akan keamanan obat dan makanan semakin berkembang di masyarakat.

Pelatihan dan Kolaborasi untuk Mencetak Kader Muda

Diklat SAKA POM Tahun 2026 dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) SAKA POM Jawa Timur sekaligus Kepala BPOM di Surabaya, Yudi Noviandi. Kegiatan ini didukung oleh pemerintah, Gerakan Pramuka, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta para Pimpinan Satuan Karya. Kerjasama ini bertujuan untuk mencetak kader muda yang siap menjadi garda terdepan dalam edukasi keamanan obat dan makanan.

Yudi Noviandi menjelaskan bahwa pengawasan obat dan makanan tidak akan efektif jika hanya dilakukan oleh BPOM. "Karena itu, kami membangun gerakan bersama dengan mencetak kader-kader muda SAKA POM yang mampu menjadi pelopor keamanan obat dan makanan di lingkungannya. Mereka kami bekali dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengenali produk yang memenuhi ketentuan, menyampaikan informasi yang benar, serta mengedukasi masyarakat secara langsung. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang BPOM untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat," ujarnya.

Materi Pelatihan dan Praktik Langsung

Pelatihan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Pramuka Penegak tingkat SMA/sederajat dan Pramuka Pandega dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Selama pelatihan, peserta dibekali dengan tiga krida utama SAKA POM, yaitu Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan, serta Krida Informasi Obat dan Makanan. Pembekalan ini dirancang agar peserta memiliki kemampuan untuk menjadi edukator keamanan obat dan makanan di lingkungan masing-masing.

Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi peserta juga dikenalkan dengan berbagai layanan digital BPOM serta praktik pengujian sederhana untuk mendeteksi bahan berbahaya pada pangan. Melalui diskusi dan praktik langsung, peserta mendapatkan pengalaman yang dapat diterapkan saat memberikan edukasi kepada masyarakat.

Dengan pelatihan SAKA POM Tahun 2026, BPOM di Surabaya berupaya memperkuat perlindungan masyarakat melalui pemberdayaan generasi muda. Diharapkan, 100 kader yang telah dilatih dengan pengetahuan dan keterampilan ini dapat menjadi penggerak edukasi serta perpanjangan tangan BPOM dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai keamanan obat dan makanan. "Dengan semakin luasnya edukasi yang diberikan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu memilih produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat sehingga perlindungan kesehatan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan," tambahnya.

// Artikel Terkait