Pemerintah Kabupaten Agam, yang terletak di Sumatera Barat, telah mengerahkan satu unit alat berat untuk membersihkan material tanah longsor yang menutupi badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Bukittinggi, khususnya di Kelok 44, tepatnya di Kelok 8.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, mengungkapkan bahwa alat berat yang digunakan adalah jenis loader yang merupakan milik Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar. "Alat berat dikerahkan setelah kita melakukan koordinasi dengan Dinas BMCKTR Sumbar," ujarnya pada Jumat (25/9/2026), didampingi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur.
Proses Pembersihan Material Longsor
Menurut Rahmat, saat ini alat berat tersebut sedang beroperasi untuk membersihkan material longsor yang berupa karung-karung berisi pasir. Dengan langkah ini, diharapkan arus lalu lintas dari Lubuk Basung menuju Bukittinggi dan sebaliknya dapat kembali normal. "Saat ini hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat, setelah badan jalan tertimbun material longsor," tambahnya.
Detail Kejadian Tanah Longsor
Ia menjelaskan bahwa longsor terjadi di badan jalan di Kelok 10 dan kemudian menurun ke Kelok 8 akibat curah hujan yang cukup tinggi pada Jumat siang sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, badan jalan di Kelok 10 juga sempat terban pada akhir November 2025 dan untuk sementara waktu ditahan dengan karung yang diisi pasir.
Rahmat juga menyebutkan bahwa lokasi tersebut sebelumnya pernah mengalami tanah longsor pada akhir November 2025. Selain itu, longsor juga menimbun badan jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang dan Bukittinggi, tepatnya di Labuh Sampik, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.