Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa sembilan ruas jalan nasional di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah sepenuhnya berfungsi kembali. Jalan-jalan tersebut kini dapat dilalui untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana.
Pada konferensi pers secara daring yang diadakan pada Jumat (21/8/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa gempa susulan yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 9.47 WIB sempat menyebabkan kerusakan pada ruas jalan di Wai Gongger dan Jembatan Wai Dampek di Kabupaten Manggarai Timur. Namun, perbaikan telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Perbaikan dan Pemulihan Akses Jalan
Berton menjelaskan, "Sebanyak sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali fungsional." Berdasarkan pantauan BNPB, seluruh 64 titik longsoran sudah berfungsi kembali. Selain itu, lima titik patahan juga telah diperbaiki, dan sembilan titik jembatan dapat difungsionalkan.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, saat ini terdapat tujuh ekskavator dan empat loader yang dikerahkan. Berton menambahkan, "Akses utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo yang sempat terganggu dan menghambat alur distribusi bantuan, pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, seluruh badan jalan telah berfungsi meski pembersihan masih terus dilakukan pada sisa material di lereng tebing."
Kondisi Listrik dan Air Bersih
Mengenai pemulihan kelistrikan, Berton menyatakan bahwa pemulihan di UP3 Flores bagian timur dan barat telah mencapai 100 persen. Sebanyak 11 trafo gardu induk (GI) dan 59 penyulang, serta 3.474 gardu distribusi telah beroperasi kembali. "Jaringan telepon layanan Telkom Group di wilayah NTT juga relatif normal, dengan seluruh 735 site Telkomsel telah pulih, layanan internet kembali normal, serta jaringan backbone tetap terlayani menggunakan jalur cadangan," jelasnya. Perbaikan fiber optik submarine ruas Ende-Larantuka masih berlangsung.
Untuk kondisi air bersih, Kementerian PU telah melakukan penyaluran kepada masyarakat yang terdampak di Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Sikka. Kementerian PU juga masih melakukan perbaikan pada dua bendungan, dua daerah irigasi, dan dua sumur yang terdampak. "PU juga melakukan koordinasi dan asesmen kondisi infrastruktur sumber daya air serta DAS di wilayah terdampak," tutup Berton.