Saturday, 22 August 2026
Peristiwa

Bantuan DKI Jakarta untuk Korban Gempa NTT Mencapai Rp5,85 Miliar

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta berkolaborasi dengan pemerintah daerah mengumpulkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan total bantuan m...

S
Saraswati Indira Alika
22 August 2026 6 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berada di bawah naungan DKI Jakarta, bersama dengan instansi pemerintah daerah, telah menggalang bantuan untuk masyarakat yang terdampak oleh gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta totalnya mencapai Rp5,85 miliar, termasuk dukungan untuk penyediaan air bersih bagi para korban.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan hasil kerja sama dari berbagai pihak di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Ia menambahkan bahwa partisipasi BUMD merupakan salah satu bentuk dukungan Jakarta dalam penanganan bencana di NTT.

Pengiriman Bantuan Logistik

“Pada hari ini kami melaksanakan pelepasan bantuan logistik bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini merupakan hasil dukungan dan kolaborasi seluruh pihak dalam menyiapkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ungkap Marulitua di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026. Beberapa BUMD yang terlibat dalam penggalangan bantuan ini antara lain Bank Jakarta, PAM Jaya, Pembangunan Jaya, Transjakarta, Pasar Jaya, dan Jakarta Propertindo, serta BUMD lainnya. Dari kolaborasi tersebut, terkumpul bantuan tunai sebesar Rp1,11 miliar.

Beragam Bentuk Bantuan

Selain bantuan tunai, dukungan juga diberikan dalam bentuk 202 unit toren air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi bencana. Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pengiriman mobile water treatment plant (WTP) senilai Rp2,5 miliar untuk membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Bantuan lain yang disalurkan mencakup kebutuhan pangan dan perlengkapan darurat. BPBD DKI Jakarta mengirimkan makanan siap saji, biskuit, air mineral, kasur lipat, bantal, selimut, family kit, pakaian anak, terpal, dan karung. Dinas Sosial DKI Jakarta juga menyiapkan air mineral, paket makanan anak, serta terpal atau tenda gulung. Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengirimkan kebutuhan medis, termasuk cairan infus dan antiseptik. Baznas Bazis DKI Jakarta turut berpartisipasi dengan menyalurkan berbagai bahan pangan, seperti sarden, kornet, biskuit bayi, bubur bayi, bubur instan, mi instan, hingga rendang.

Marulitua menjelaskan bahwa bantuan akan dikirim ke NTT melalui jalur udara dan laut. “Distribusi dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur udara dari Bandara Halim Perdanakusuma dan jalur laut melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut di wilayah Komando Armada I, Jakarta Utara,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa mekanisme pengiriman ini telah disiapkan agar penyaluran bantuan terkoordinasi dengan sistem penanganan bencana nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Secara keseluruhan, nilai bantuan yang diberangkatkan Pemprov DKI Jakarta untuk masyarakat terdampak gempa NTT mencapai Rp5,85 miliar. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat serta memperkuat dukungan antardaerah dalam penanganan bencana.

// Artikel Terkait