Friday, 21 August 2026
Peristiwa

Komitmen Bang Japar dalam Memelihara Jakarta

Bang Japar, yang dipimpin oleh Fahira Idris, menegaskan pentingnya menjaga Jakarta sebagai bagian dari identitas dan sejarah organisasi. Komitmen ini mencakup berbagai upaya untuk meningkatkan kesejah...

S
Saraswati Indira Alika
21 August 2026 3 pembaca
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Fahira Idris, Ketua Umum Bang Japar sekaligus Anggota DPD dari Dapil DKI Jakarta, menekankan bahwa menjaga Jakarta adalah bagian yang sangat krusial dari identitas dan sejarah Bang Japar. Dalam konferensi pers yang diadakan di Markas Komando Pusat Bang Japar, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026), ia menyatakan bahwa komitmen tersebut tidak hanya terfokus pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup pendampingan, pemberdayaan, serta solusi nyata bagi masyarakat.

“Bang Japar meneguhkan komitmen Jaga Jakarta. Bagi kami, menjaga Jakarta berarti menjaga masyarakatnya, persatuannya, lingkungannya, fasilitas publiknya, serta memastikan warga merasa aman, terbantu, dan tidak sendirian ketika menghadapi persoalan,” ungkap Fahira. Ia menambahkan bahwa Jakarta adalah rumah bersama yang harus dirawat dengan penuh kepedulian dan persaudaraan, serta melalui cara-cara yang damai. Komitmen ini merupakan salah satu wujud nyata dari perjuangan Bang Japar yang mengusung prinsip "Berbuat dan Bermanfaat".

Menjaga Keberagaman dan Keadilan

Fahira menjelaskan bahwa menjaga sebuah kota tidak hanya berarti mengamankan wilayah. Menjaga Jakarta juga melibatkan upaya untuk membantu warga dalam mendapatkan keadilan, akses terhadap layanan kesehatan, memperkuat ekonomi keluarga, serta melestarikan budaya dan kehidupan sosial masyarakat. Sebagai bagian dari penguatan komitmen Jaga Jakarta, Bang Japar berencana untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta untuk mengikuti Apel Siaga Jaga Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Bagi Fahira, keterlibatan Bang Japar dalam Apel Siaga ini adalah kelanjutan dari peran organisasi dalam menjaga masyarakat, lingkungan, fasilitas publik, persatuan, dan kedamaian di kota. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak ditujukan untuk berkonfrontasi dengan pihak atau kelompok mana pun. “Apel Siaga Jaga Jakarta bukan gerakan untuk membangun ketegangan dan bukan mobilisasi untuk melawan siapa pun,” tegasnya.

Mendorong Persatuan dan Dialog

Fahira juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, potongan video tanpa konteks, atau ajakan di media sosial yang dapat memicu kemarahan dan konflik antarmasyarakat. “Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Mari menjaga ruang demokrasi tetap sehat, damai, tertib, dan beradab,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa komitmen Bang Japar untuk menjaga Jakarta tidak berhenti pada satu apel atau momentum tertentu. Komitmen ini merupakan pengabdian jangka panjang yang bertujuan untuk memastikan bahwa kehadiran organisasi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Bang Japar akan terus menjaga Jakarta dengan berbuat dan bermanfaat. Kita jaga kotanya, kita bantu warganya, kita rawat persaudaraannya, dan kita kuatkan masyarakatnya. Bang Japar tidak boleh hanya besar dalam nama, tetapi harus semakin besar dalam manfaat,” tutup Fahira.

// Artikel Terkait