Monday, 31 August 2026
Olahraga

An Se Young: Kemenangan yang Dipenuhi Pelajaran Berharga

An Se Young, pemain bulu tangkis asal Korea, menegaskan tekadnya untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu setelah meraih medali emas di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Kemenangannya ini menjadi bukti keku...

F
Farhan Hakim
31 August 2026 8 pembaca
An Se Young/[Foto:Xportsnews]
An Se Young/[Foto:Xportsnews]

'Ratu Bulu Tangkis' An Se Young mengungkapkan komitmennya untuk tidak mengulangi pengalaman pahit di masa lalu setelah berhasil meraih puncak Kejuaraan Dunia, meskipun sempat mengalami cedera. Ia menjelaskan bahwa pelajaran yang didapat dari pengalamannya di Olimpiade Paris 2024 dan Kejuaraan Dunia sebelumnya menjadi motivasi utama di balik kesuksesannya ini.

Pada tanggal 23, An Se Young berhasil mengalahkan Akane Yamaguchi, pemain peringkat dua dunia dari Jepang, dengan skor 2-0 (21-17, 21-14) dalam final tunggal putri Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di New Delhi, India. An Se Young menjadi pemain bulu tangkis wanita Korea pertama yang meraih medali emas di Kejuaraan Dunia sejak Kopenhagen 2023, dan kembali ke puncak setelah tiga tahun.

Performa Tanpa Cela

Dalam turnamen ini, An menunjukkan performa yang sangat mengesankan, tidak kehilangan satu game pun dari babak 64 besar hingga final, yang sekali lagi menegaskan posisinya sebagai pemain terkuat di dunia. Setelah mengalahkan Wang Zhiyi, pemain peringkat tiga dunia dari China, di semifinal dengan skor 2-0, An menyelesaikan pertandingan final melawan Yamaguchi hanya dalam waktu 49 menit, meraih medali emas Kejuaraan Dunia keduanya.

Setelah meraih kemenangan, An Se Young menyampaikan bahwa pencapaiannya ini lebih dari sekadar sekadar kemenangan. Dalam wawancara yang dibagikan oleh BWF di media sosial, ia menyatakan, "Saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan ini dengan kata-kata. Saya benar-benar bahagia dan gembira." Ia juga merenungkan pengalaman masa lalunya, "Saya banyak belajar saat berkompetisi di Olimpiade Paris dan Kejuaraan Dunia, dan saya bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi di lain waktu," ungkapnya.

Belajar dari Kekecewaan

An Se Young juga berbagi tentang kekecewaannya saat finis di urutan ketiga pada Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, Prancis. "Saat itu saya mengalami cedera, dan akhirnya kalah. Saya benar-benar kecewa," katanya. Ia menambahkan, "Jadi, saya berlatih lebih keras lagi kali ini." An juga menjelaskan bahwa dinamika final Kejuaraan Dunia sangat berbeda dari semifinal sehari sebelumnya, menyoroti perbedaan antara Wang Zhiyi dan Yamaguchi. "Ini pertandingan yang sangat sulit, seperti kemarin," ujarnya.

Ia melanjutkan, "Wang Zhiyi sangat tinggi dan banyak melakukan reli panjang. Namun, lawan hari ini bermain sangat cepat. Jadi saya mencoba untuk mengimbangi kecepatannya." Dengan menyesuaikan permainannya sesuai dengan dinamika lawan, An berhasil mencapai puncak. BWF juga mencatat penampilan An dalam turnamen ini serta sikapnya yang belajar dari kesalahan masa lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

Pada tanggal 28, federasi menyoroti An Se Young sebagai salah satu pemain kunci dalam rangkuman Kejuaraan Dunia 2026 di situs web resminya. BWF menyebut An sebagai "Pemain Hebat yang Membuktikan Kelasnya." Mereka menilai, "An Se Young berkompetisi di Kejuaraan Dunia meskipun masih merasakan sakit di kaki kirinya akibat cedera yang dialami di Japan Open," dan menambahkan, "Meskipun demikian, An Se Young dari Korea menunjukkan kelasnya dan merebut kembali tahta tanpa kehilangan satu game pun." Mengenai wawancara kemenangan An, BWF melaporkan, "An menyatakan bahwa poin kuncinya adalah dia belajar dari kesalahan masa lalu dan tidak akan mengulanginya." Pernyataan tersebut dinilai BWF sebagai sesuatu yang dapat melemahkan semangat lawan-lawannya.

// Artikel Terkait