Abu vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menyebar di berbagai wilayah Kota Bandar Lampung pada Sabtu sore, 5 September 2026. Hingga malam harinya, abu tersebut masih terlihat di beberapa lokasi, yang berdampak pada aktivitas masyarakat setempat.
Sejumlah warga mulai menggunakan masker sebagai langkah perlindungan saat mereka berada di luar ruangan. Selain itu, beberapa ruas jalan utama juga terlihat disiram air untuk mengurangi akumulasi abu yang menempel di permukaan jalan.
Kekhawatiran Warga Terhadap Dampak Abu Vulkanik
Peserta Lampung Financial Festival, Caca, yang berusia 25 tahun dan berasal dari luar daerah, mengungkapkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya menghadapi sebaran abu vulkanik. "Ini pertama kali, kaget banget setebal ini," ujarnya pada hari yang sama.
Perhatian Peserta Festival Terhadap Penerbangan
Sarah, seorang peserta berusia 24 tahun dari Jakarta, juga merasakan kekhawatiran yang sama. Ia dijadwalkan kembali ke Jakarta pada hari Minggu, 6 September 2026, dan khawatir bahwa kondisi abu vulkanik dapat memengaruhi penerbangannya. "Semoga besok sudah aman. Kalau pun belum bisa, ya saya yang penting yang terbaik. Semoga cepat pulih keadaannya dan tetap waspada," harapnya.