Proyek yang bernama "Saya Ingin Hidup" dari Ukraina telah merilis daftar yang mencantumkan 292 warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia dalam konflik melawan Ukraina. Informasi ini dapat ditemukan di situs Stoprussianrecruiters.org, yang menunjukkan bahwa terdapat 292 WNI yang kini menjadi tentara Rusia.
Dari daftar tersebut, media mengenali tiga nama yang diketahui berdinas dalam militer Rusia. Di antara mereka, dua WNI masih hidup, meskipun salah satunya mengalami cedera serius akibat terkena drone. Sementara itu, satu orang lagi dalam kondisi sehat dan sempat mengirimkan pesan singkat kepada media pada akhir pekan lalu. Namun, satu rekan dari media tersebut, Satriya Arta Kumbara, yang merupakan mantan Marinir TNI AL, sudah lebih dari setahun tidak terdengar kabarnya dan dilaporkan telah meninggal di garis depan saat bertempur.
Statistik Perekrutan WNI
Dalam keterangan yang menyertai daftar tersebut, proyek ini menyebutkan bahwa setidaknya 283 WNI telah berangkat untuk berperang dalam sembilan bulan pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tidak lebih dari 10 orang yang terlibat dalam tiga tahun sebelumnya. Mereka juga menekankan bahwa angka yang dipublikasikan tersebut kemungkinan jauh dari jumlah yang sebenarnya, yang diperkirakan lebih tinggi.
Respon terhadap Fenomena Ini
Kasus ini menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat, terutama terkait dengan banyaknya WNI yang terlibat dalam konflik internasional. Beberapa pihak menyoroti pentingnya pengawasan dan pencegahan agar tidak ada lagi WNI yang terjerumus dalam situasi berbahaya seperti ini.