Aksi main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan telah menarik perhatian pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada Polri untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, guna mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.
Peningkatan Keamanan Diperlukan
Yusril menekankan pentingnya peningkatan keamanan untuk mengatasi maraknya tindakan pencurian, perampokan, dan pembegalan yang belakangan ini semakin meningkat di berbagai daerah. Ia menyatakan, "Apabila negara tidak mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat, maka potensi munculnya aksi main hakim sendiri akan semakin besar," saat memberikan keterangan di Jakarta pada hari Rabu.
Contoh Kasus di Bali dan Morowali
Yusril juga menyoroti beberapa kasus aksi main hakim sendiri yang terjadi di Bali dan Morowali, Sulawesi Tengah, di mana terduga pelaku pencurian ayam dan sepeda motor tewas akibat dianiaya oleh massa. Ia mengamati bahwa dalam berbagai kejadian tersebut, tidak terlihat adanya upaya pencegahan dari aparat penegak hukum, sehingga massa merasa leluasa untuk melakukan tindakan kekerasan hingga mengakibatkan kematian.
Dengan meningkatnya kejadian seperti ini, Yusril mengingatkan bahwa tindakan main hakim sendiri dapat memicu kejahatan baru berupa penganiayaan terhadap orang yang diduga pelaku kejahatan, yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.