Sunday, 04 October 2026
Peristiwa

Gubernur Jabar Klarifikasi Meme Viral Soal Perbedaan Sikap di Bogor dan Jatiluhur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan penjelasan mengenai meme yang menunjukkan perbedaan sikapnya terkait isu lingkungan di Bogor dan Jatiluhur yang menjadi viral di media sosial.

N
Ni Luh Ayu Sari
04 October 2026 1 pembaca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan mengenai meme yang beredar di media sosial yang menunjukkan perbedaan sikapnya terhadap isu lingkungan di Bogor dan Jatiluhur. Ia menekankan bahwa konteks dari kedua peristiwa tersebut sangat berbeda.

Pria yang biasa disapa KDM ini terlihat emosional saat mengamati kerusakan lingkungan di Bogor, di mana ia menangis dan bersandar pada pagar. Momen tersebut menjadi viral di media sosial. Sebaliknya, di Jatiluhur, Dedi Mulyadi meresmikan proyek pusat data kecerdasan buatan (AI) yang memicu kontroversi karena dikhawatirkan dapat mengurangi volume air di waduk Jatiluhur.

Pernyataan Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi membantah narasi yang menyebutkan bahwa ia meresmikan pembangunan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedatangannya ke lokasi tersebut adalah untuk memeriksa izin proyek. "Oh itu beda ceritanya, konteksnya beda. Saya waktu yang di Bogor, ingat tuh, waktu yang di Bogor itu saya mengikuti kegiatan Menteri Lingkungan Hidup dan kegiatan Menko Pak Zulhas. Mereka itu menyegel bangunan yang ada di situ karena provinsi tidak punya kewenangan menyegel loh," ujarnya.

Kritik Terhadap Proyek di Jatiluhur

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan kekecewaannya terhadap penggunaan hutan untuk sarana rekreasi, seperti jembatan gantung yang mengharuskan orang berada di atas pohon. "Saya keberatan kenapa hutan dijadikan sebagai sarana rekreasi di mana posisi orang berada di atas pohon. Itu enggak boleh," tegasnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat hanya berdasarkan kewenangan yang dimiliki. Mengenai proyek data center di Jatiluhur, Dedi mengaku tidak meresmikan pembangunan tersebut, melainkan hanya melakukan pemeriksaan izin. "Itu tinggal dilihat di kanal YouTube saya tanggal 28 Juli. Itu makna fungsinya jadi Gubernur Konten itu. 28 Juli 2026," tambahnya setelah acara pelantikan PWI Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung.

Dedi menjelaskan bahwa pada tanggal 28 Juli 2026, ia menerima rombongan pengusaha yang dibawa oleh anggota DPR RI Mulyadi untuk membahas rencana pembangunan pusat data. Ia meminta agar semua persyaratan administrasi dipenuhi sebelum melanjutkan proyek tersebut.

// Artikel Terkait