Monday, 12 October 2026
Peristiwa

Usaha Fadli Zon untuk Mengembalikan Koleksi Eugene Dubois dari Belanda

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkomitmen untuk memulangkan 30.190 koleksi Eugene Dubois beserta 20 benda budaya bersejarah dari Belanda. Kesepakatan ini ditandatangani di Amsterdam, menandai langkah p...

D
Daniel Saputra
11 October 2026 12 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Menteri Kebudayaan Fadli Zon sedang berupaya untuk memulangkan 30.190 unit Koleksi Eugene Dubois serta 20 benda budaya yang memiliki nilai sejarah dari Belanda. Upaya ini dilakukan setelah penandatanganan dua kesepakatan pengalihan bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Rianne Letschert, yang berlangsung di Amsterdam pada hari Jumat, 9 Oktober 2026.

Fadli Zon menegaskan bahwa pengembalian koleksi tersebut merupakan langkah yang sangat penting untuk memulihkan keadilan sejarah dan kedaulatan budaya Indonesia. Ia menambahkan bahwa langkah ini juga berfungsi untuk mengakui identitas Indonesia yang berkaitan dengan benda-benda budaya bersejarah tersebut.

Kesepakatan Repatriasi

Dalam sebuah pernyataan pers yang dirilis di Jakarta pada hari Ahad, 11 Oktober 2026, Fadli menyatakan, "Kesepakatan repatriasi antara Indonesia dengan Belanda ini merupakan penegasan keadilan sejarah, pemulihan kedaulatan budaya, serta pengakuan atas martabat dan identitas budaya bangsa Indonesia." Ia bersama Rianne Letschert menyepakati pengalihan koleksi tersebut di Indonesia House Amsterdam.

Pentingnya Koleksi Dubois

Pemulangan Koleksi Dubois, yang mencakup penemuan manusia purba Homo erectus atau yang dikenal sebagai Manusia Jawa, dianggap sebagai repatriasi terbesar dalam sejarah Indonesia, baik dari segi jumlah maupun nilai ilmiah koleksinya. Fadli menjelaskan, "Ini merupakan repatriasi terbesar dalam sejarah Indonesia, bahkan salah satu tonggak repatriasi paling signifikan di dunia, baik dari segi kuantitas maupun kualitas dan nilai ilmiah koleksinya. Koleksi Dubois memiliki nilai ilmiah dan historis yang sangat penting, sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam sejarah evolusi manusia dan penelitian paleoantropologi dunia."

// Artikel Terkait