Monday, 06 July 2026
Peristiwa

Transformasi Limbah Kayu Menjadi Produk Bernilai Tinggi oleh Dcraft Indonesia

Dewi Caprianita berhasil mengubah sisa limbah kayu menjadi berbagai produk bernilai tinggi yang menembus pasar internasional melalui usahanya, Dcraft Indonesia. Dengan kreativitas dan inovasi, ia menc...

I
Ilham Fadli Akbar
05 July 2026 15 pembaca
Foto: Doc Dcraft Indonesia
Foto: Doc Dcraft Indonesia

Di Jakarta, Dewi Caprianita telah membuktikan bahwa limbah kayu yang biasanya dianggap sampah dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi. Melalui Dcraft Indonesia, ia menciptakan berbagai karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga ramah lingkungan, dan berhasil menembus pasar internasional.

Di garasi rumahnya, produk-produk dari sisa limbah kayu tersusun rapi, menciptakan galeri Dcraft Indonesia. Di antara produk tersebut terdapat aksesori, gantungan kunci berbentuk raket padel, pasir kucing dari wood pellet, hingga bahan bakar ramah lingkungan yang terbuat dari serbuk kayu. "Jadi enggak ada sisa dari kayu-kayu itu," ungkap Dewi saat ditemui di galeri miliknya di Taman Kota, Jakarta Barat.

Awal Mula Dcraft Indonesia

Dewi, yang memiliki latar belakang sebagai arsitek, memulai Dcraft Indonesia pada tahun 2018 sebagai bentuk penyaluran hobi. Ia memiliki ketertarikan menggambar di atas kain, yang kemudian diubah menjadi produk hijab dan tas ramah lingkungan. Dari hobi ini, ia mendapatkan pesanan dari teman-temannya dan tawaran dari perusahaan untuk memproduksi dalam jumlah besar. "Jadi kita diorder lumayan banyak saat itu, jadi perdana gitu," ujarnya.

Usahanya terus berkembang, terutama selama pandemi Covid-19, ketika ia melihat perubahan perilaku masyarakat yang lebih banyak di rumah. Dewi membeli perlengkapan dekorasi rumah berbahan kayu untuk keperluan fotografi dan menawarkan jasa fotografi untuk usaha kuliner teman-temannya. "Selama sebulan enggak masak. Ada yang kirim bakmi hingga tumpeng, dikirim ke rumah untuk difoto dengan produk kayu kayak talenan, mangkok," jelasnya.

Inovasi dan Perkembangan Usaha

Peluang untuk beralih ke kerajinan kayu semakin terbuka ketika sebuah perusahaan memesan produk dekorasi dapur darinya. Dengan berani, Dewi menerima tawaran tersebut dan mencari perajin kayu di Jepara, Jawa Tengah, untuk membantu memproduksi karyanya. "Jadi kayak semua tuh dipaksa untuk bisa. Jadi kayak ketidaksengajaan semua prosesnya," katanya.

Awalnya, produk yang dibuatnya berupa talenan, mangkok, gelas, dan tumbler polos. Namun, setelah menginovasi dengan menggambar kekayaan alam dan budaya Indonesia di atasnya, produk tersebut mulai diminati. "Alhamdulillah ya, kita akhirnya bisa eksis, dan bisa jadi inspirasi buat teman-teman," ujarnya.

Dengan banyaknya permintaan, Dewi mencari cara untuk memproduksi karyanya dalam jumlah besar. Ia memutuskan untuk menggunakan metode cetak untuk membuat produk secara massal, dan mendapatkan respons positif dari publik, terutama para pecinta kerajinan kayu.

Dewi kemudian memutuskan untuk fokus mengembangkan usahanya dan berhenti dari pekerjaan sebelumnya pada tahun 2020. Ia menjalin kerja sama dengan kelompok perajin lokal di Situbondo, Jawa Timur, dan mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilannya dalam kerajinan kayu.

Melalui program Jakpreneur, Dcraft Indonesia berpartisipasi dalam pameran nasional dan internasional, termasuk di Cina, Malaysia, Thailand, Inggris, dan Jerman. "Kami bahkan dibawa ke Mandalika untuk pameran saat ada MotoGP," kata Dewi.

Salah satu program yang sangat membantu adalah pengembangan UMKM dari Bank Indonesia, yang mengajarinya tentang penghitungan emisi karbon dan pentingnya menjadi UMKM hijau. "Jadi dari awal kami ingin tidak meninggalkan sampah dalam produksi," ujarnya.

Dewi juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak yang membantu usahanya berkembang. Kini, Dcraft Indonesia tidak hanya melayani korporasi, tetapi juga telah merambah pasar internasional dengan omzet mencapai Rp 200 juta per bulan. "Perjalanan produk miliknya itu bukan hanya lahir dari kreativitas, tetapi juga dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak," tutupnya.

// Artikel Terkait