Atlet ganda campuran Toh Ee Wei telah berangkat ke Melbourne, Australia, untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mengenai cedera ligamen anterior cruciate (ACL) yang dialaminya di lutut kiri. Cedera ini terjadi saat ia berlaga di perempat final Singapore Open bulan lalu.
Robekan ACL yang dialami Toh Ee Wei menjadi tantangan terbaru dalam kariernya, setelah sebelumnya ia berjuang melawan sinusitis akut pada tahun 2018 dan tuberkulosis tulang pada tahun 2020. Dalam sebuah unggahan di media sosial, ia membagikan momen perjalanannya menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) kemarin. Namun, kali ini, tujuannya bukan untuk berkompetisi, melainkan untuk memulai proses pemulihan.
Persiapan untuk Rehabilitasi
Setelah menghadapi berbagai rintangan dalam kariernya, Toh Ee Wei menyadari apa yang akan dihadapinya saat mempersiapkan diri untuk menjalani rehabilitasi yang panjang. Ia menyatakan, "Kali ini, meninggalkan rumah bukan untuk berkompetisi. Ini adalah sebuah misi, dan juga sebuah tanggung jawab." Ia menekankan pentingnya melakukan segala yang diperlukan untuk pulih dan kembali ke lapangan, "selangkah demi selangkah."
Pelajaran dari Olahraga
Toh Ee Wei juga berbagi pandangannya mengenai makna olahraga. Ia mengatakan bahwa olahraga telah mengajarkannya lebih dari sekadar menang atau kalah. "Banyak orang berpikir olahraga hanya tentang menang dan kalah, tetapi bagi kami para atlet, olahraga tidak pernah hanya mengajarkan kami tentang kemenangan dan kekalahan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa olahraga sering kali mengajarkan cara menghadapi kemunduran, menerima kegagalan, dan bangkit kembali setelah mengalami jatuh.
Ia mengungkapkan bahwa perjalanan sebagai atlet sering kali penuh dengan tantangan yang tidak terduga. "Sebagai seorang atlet, Anda mulai menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya, cedera yang berulang, fluktuasi performa, stagnasi dalam latihan, dan bahkan hari-hari ketika Anda tidak dapat berkompetisi," jelasnya. Toh Ee Wei menekankan bahwa saat-saat sulit tersebut membuatnya memahami makna sejati dari ketekunan.
Ia menyimpulkan, "Justru di saat-saat seperti inilah kita benar-benar memahami arti ketekunan. Ini bukan tentang bertahan ketika Anda terus-menerus menang, tetapi tentang memilih untuk terus bergerak maju bahkan ketika Anda tidak melihat hasilnya dan bahkan mungkin meragukan diri sendiri." Cedera yang dialaminya diperkirakan akan membuatnya absen selama beberapa bulan, sehingga harapannya untuk mempertahankan gelar juara dunia ganda campuran bersama Chen Tang Jie di New Delhi pada 17-23 Agustus menjadi diragukan.