Kepolisian di Mimika, Papua Tengah, sedang berusaha untuk membebaskan sembilan anak-anak dan remaja perempuan yang saat ini disandera oleh kelompok separatis bersenjata di Distrik Jila. Upaya ini dilakukan setelah adanya laporan mengenai penculikan yang terjadi di wilayah tersebut.
Langkah Penyelamatan yang Ditempuh
Kapolda Papua Tengah, Brigadir Jenderal Jeremias Rontini, menyatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan Polres Mimika untuk segera melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap para korban. "Upaya sedang dilakukan. Kapolres Mimika sudah menyiapkan tim dan olah TKP (tempat kejadian perkara) untuk melakukan langkah-langkah ke arah situ (penyelamatan dan evakuasi)," ungkapnya saat dihubungi wartawan dari Jakarta.
Namun, Brigjen Jeremias juga mengungkapkan bahwa saat ini tim dari Polres Mimika mengalami kendala dalam transportasi untuk menuju Distrik Jila. "Kendala saat ini, penerbangan ke (Distrik) Jila yang masih terkendala," jelasnya.
Pernyataan Komnas HAM
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut mendesak agar aparat keamanan dapat menjamin keselamatan seluruh warga di Papua. Terkait dengan kasus penculikan sembilan anak dan remaja perempuan, Komisioner Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengecam tindakan yang menjadikan masyarakat sipil sebagai target, terutama jika hal ini menyangkut anak-anak dan remaja perempuan.
Dengan situasi yang semakin memprihatinkan, harapan untuk segera menyelamatkan para korban tetap menjadi fokus utama pihak kepolisian dan berbagai lembaga terkait.