Friday, 09 October 2026
Peristiwa

Taman Budaya Gotong Royong di Perbatasan, Simbol Kolaborasi dan Kebersamaan

BPJS Kesehatan, BNPP, dan Pemerintah Kabupaten Belu meresmikan Taman Budaya Gotong Royong di PLBN Motaain, Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk kolaborasi untuk memperkuat semangat gotong royong.

A
Agung Maulana
09 October 2026 4 pembaca
Foto: Dok Istimewa
Foto: Dok Istimewa

BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) serta Pemerintah Kabupaten Belu telah meresmikan Taman Budaya Gotong Royong BPJS Kesehatan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Taman ini hadir sebagai simbol kolaborasi dan memperkuat semangat kebersamaan di wilayah perbatasan antara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste.

Makna Kehadiran Taman Budaya Gotong Royong

Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, menjelaskan bahwa Taman Budaya Gotong Royong merupakan simbol dari kolaborasi dan kebersamaan. Ia menambahkan, taman ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Program JKN di daerah perbatasan. "Kami berharap taman ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menghadirkan suasana yang nyaman di kawasan PLBN Motaain,” ujarnya.

Vetty menegaskan bahwa semangat kolaborasi yang diwujudkan melalui taman ini sejalan dengan nilai-nilai INISIATIF BPJS Kesehatan, yaitu Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif. Ia menyatakan bahwa nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami ingin nilai-nilai INISIATIF tidak hanya dikenal, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Integritas berarti jujur dan dapat dipercaya, Kolaborasi berarti membangun keberhasilan bersama, Pelayanan Prima berarti memberikan manfaat dan pelayanan terbaik, sedangkan Inovatif berarti terus mencari cara yang lebih baik. Seluruh nilai tersebut kami persatukan dalam semangat gotong royong. Tidak ada satu pihak yang dapat berjalan sendiri. Dengan kolaborasi, kita dapat menghadirkan manfaat yang lebih besar dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Tantangan dan Harapan untuk Program JKN

Vetty juga mengungkapkan bahwa tantangan dalam pelaksanaan Program JKN tidak hanya terletak pada ketersediaan layanan, tetapi juga pada pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban mereka serta pentingnya menjaga keberlanjutan Program JKN. “Program JKN adalah program bersama. Karena itu, keberhasilannya juga membutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Semangat gotong royong inilah yang perlu terus kita jaga agar Program JKN dapat memberikan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas dukungannya dalam mewujudkan Taman Budaya Gotong Royong di PLBN Motaain. Ia mengajak masyarakat untuk merawat taman tersebut dan berharap agar mereka yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan segera bergabung dalam program perlindungan kesehatan pemerintah.

Sementara itu, Kepala BNPP yang diwakili oleh Kepala Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran taman tersebut. Ia menekankan bahwa taman ini lebih dari sekadar fasilitas fisik, melainkan juga menyampaikan pesan penting tentang budaya gotong royong, kolaborasi, dan pelayanan kepada masyarakat di kawasan perbatasan. “BPJS Kesehatan telah menghadirkan sebuah ruang yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa pesan penting tentang budaya gotong royong, kolaborasi, dan pelayanan kepada masyarakat di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Maria berharap taman ini dapat menjadi ruang interaksi dan edukasi budaya bagi masyarakat serta para pelintas batas. Kehadiran Taman Budaya Gotong Royong diharapkan tidak hanya memperindah kawasan PLBN Motaain, tetapi juga menjadi ruang yang hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

// Artikel Terkait