JAKARTA, iNews.id – Ginjal dari babi kini menjadi perhatian sebagai alternatif untuk mengatasi kekurangan organ donor. Meskipun demikian, tidak semua ginjal babi dapat langsung ditransplantasikan ke dalam tubuh manusia. Terdapat syarat biologis yang ketat yang harus dipenuhi agar organ tersebut dapat berfungsi dengan baik di dalam tubuh manusia.
Rekayasa Genetik untuk Mengurangi Penolakan
Salah satu syarat utama adalah ginjal harus berasal dari babi yang telah menjalani rekayasa genetik. Tujuan dari rekayasa ini adalah untuk mengurangi kemungkinan penolakan oleh sistem kekebalan tubuh manusia. Proses ini dikenal dengan istilah xenotransplantasi, yaitu transplantasi organ, jaringan, atau sel dari hewan ke manusia. Dalam konteks ginjal babi, para ilmuwan berusaha untuk menciptakan organ yang lebih kompatibel dengan tubuh manusia.
Respon Sistem Kekebalan Tubuh Manusia
Sistem kekebalan tubuh manusia dirancang untuk mengenali benda asing. Ketika ginjal babi yang tidak dimodifikasi dimasukkan ke dalam tubuh manusia, sistem imun dapat segera menganggap organ tersebut sebagai ancaman. Hal ini dapat memicu serangan kekebalan yang sangat agresif, di mana pembuluh darah dan sel-sel pada ginjal menjadi target, sehingga mengganggu fungsi organ tersebut dalam waktu yang relatif singkat.