Thursday, 05 November 2026
Teknologi

Gaya Informatif: Pengadilan Sao Paulo Melarang Meta Mengambil Konten Berita untuk Pelatihan Model AI

M
Miftahuda
05 November 2026 12 pembaca
Logo dan identitas visual perusahaan Meta yang dilarang oleh Pengadilan Sao Paulo, Brasil, untuk menggunakan konten media pers sebagai bahan pelatihan model kecerdasan buatan (AI). Foto: The Reel Stars
Logo dan identitas visual perusahaan Meta yang dilarang oleh Pengadilan Sao Paulo, Brasil, untuk menggunakan konten media pers sebagai bahan pelatihan model kecerdasan buatan (AI). Foto: The Reel Stars

Pengadilan negara bagian Sao Paulo, Brasil, mengeluarkan perintah tegas kepada Meta—perusahaan induk Facebook, Instagram, Threads, dan WhatsApp—untuk segera menghentikan pengumpulan konten dari sejumlah media. Pengumpulan data tersebut sedianya digunakan oleh raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu untuk melatih model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) miliknya.

Putusan sela yang diperoleh kantor berita AFP pada Kamis (5/11/2026) ini diterbitkan pada 3 November 2026. Langkah hukum ini berawal dari gugatan perdata yang diajukan oleh tiga asosiasi pers nasional Brasil terhadap Meta. Dalam gugatannya, pihak asosiasi menuduh Meta menuntut akses gratis terhadap konten media sebagai syarat mutlak agar media-media tersebut tetap dapat menggunakan platform milik perusahaan.

Tindakan Penyalahgunaan Hak dan Ancaman Denda Harian

Hakim Guilherme Madeira Dezem menetapkan sanksi denda sebesar 1 juta real Brasil (lebih dari Rp3 miliar) per hari apabila Meta terbukti tidak mematuhi perintah pengadilan tersebut.

Sebelumnya, Meta telah memasukkan persyaratan pengumpulan konten tersebut ke dalam ketentuan layanan baru bagi pengguna bisnis yang dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 20 November 2026. Mengingat tenggat waktu yang kian mendesak, Hakim Dezem mengambil keputusan tanpa menunggu tanggapan resmi dari pihak Meta. Ia menilai bahwa kerugian yang dialami perusahaan-perusahaan media akan bersifat tidak dapat dipulihkan apabila model AI milik Meta telah telanjur dilatih menggunakan konten berhak cipta mereka.

"Memaksakan kepada perusahaan media untuk menyerahkan karya-karya berhak cipta mereka secara gratis dan universal sebagai biaya agar tetap terhubung dengan saluran-saluran yang digunakan masyarakat modern untuk mengonsumsi berita merupakan bentuk penyalahgunaan hak yang nyata," tulis Hakim Guilherme Madeira Dezem dalam putusannya.

Melalui putusan sela tersebut, hakim menangguhkan pemberlakuan ketentuan dalam layanan baru Meta dan melarang perusahaan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan media yang menolak persyaratan tersebut. Meta diberikan tenggat waktu selama lima hari setelah menerima pemberitahuan putusan untuk menyampaikan pembelaan resminya. Hingga Kamis (5/11/2026), Meta belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari AFP.

Sinyal Positif Melawan Kekuatan Ekonomi Raksasa Teknologi

Keputusan pengadilan ini mendapat sambutan hangat dari kalangan media di Brasil. Presiden Eksekutif Asosiasi Surat Kabar Nasional Brasil—salah satu pihak penggugat—Marcelo Rech, memberikan penilaiannya terkait kemenangan hukum ini.

"Putusan sela ini merupakan sinyal yang sangat positif bahwa terdapat batasan terhadap penyalahgunaan kekuatan ekonomi," kata Marcelo Rech dalam sebuah pernyataan tertulis.

Berdasarkan keterangan dari ketiga asosiasi pers terkait, putusan pengadilan di Brasil ini mencatatkan sejarah sebagai yang pertama di dunia yang berhasil memenangkan koalisi organisasi media dalam menentang ketentuan layanan baru dari Meta.

// Artikel Terkait