Thursday, 22 October 2026
Peristiwa

Survei Matriks: Pigai dan Nusron Dinilai Sebagai Menteri Terburuk

Lembaga survei Matriks Politik Indonesia mengungkap hasil evaluasi kinerja menteri di Kabinet Merah Putih, menempatkan Natalius Pigai dan Nusron Wahid sebagai menteri dengan penilaian terendah.

N
Ni Luh Ayu Sari
22 October 2026 6 pembaca
Foto: BPMI Setpres/Rusman
Foto: BPMI Setpres/Rusman

Hasil survei yang dirilis oleh Matriks Politik Indonesia pada Rabu (21/10/2026) menunjukkan evaluasi kinerja dua tahun Kabinet Merah Putih. Dalam survei tersebut, Menteri Hukum dan HAM, Natalius Pigai, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, berada di posisi terendah dalam hal kinerja.

Supriyadi, Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia, menyampaikan bahwa Pigai dan Nusron mendapatkan penilaian negatif yang signifikan, dengan Pigai memperoleh 82,6 persen dan Nusron 78,3 persen. "Natalius Pigai dan Nusron mendapat penilaian sebagai menteri terburuk di jajaran kabinet pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran," ujar Supriyadi dalam keterangan persnya.

Posisi Menteri Lainnya

Di urutan ketiga, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mendapatkan penilaian negatif sebesar 75,2 persen. Selanjutnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dengan 68,2 persen, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, 65,7 persen, dan Menteri Perhubungan, Maruarar Sirait, 60,7 persen.

Popularitas dan Kontroversi

Supriyadi juga mencatat bahwa Nusron memiliki tingkat popularitas sebesar 72,9 persen, yang berkaitan dengan pemberitaan mengenai dugaan suap dalam pengurusan hak guna bangunan di Kabupaten Bogor, yang terungkap melalui operasi tangkap tangan oleh KPK. "Kasus ini menyita perhatian publik, di sisi lain profil Nusron sendiri cukup dikenal sebagai politisi dan pejabat dengan rekam jejak panjang," jelasnya.

Sementara itu, tingkat popularitas Natalius Pigai tercatat 54,3 persen. Hal ini disebabkan oleh sejumlah kontroversi yang mengelilingi Pigai sejak menjabat, termasuk berbagai pernyataan yang menuai kritik serta gugatan dari pegawai di lingkungan kementeriannya.

// Artikel Terkait