Tim bulu tangkis Indonesia telah mengumumkan 20 pemain yang akan berpartisipasi dalam Asian Games 2026 yang diadakan di Aichi-Nagoya, Jepang, pada pekan depan. Dalam sektor tunggal putra, Indonesia mengandalkan Jonatan Christie yang menduduki peringkat 1 dunia, Alwi Farhan yang berada di peringkat 11, serta dua pemain muda, Moh Zaki Ubaidillah dan Muhamad Yusuf.
Di kategori tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, yang berada di peringkat 7 dunia, akan memimpin tim yang terdiri dari Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Thalita Ramadhani, dan Mutiara Puspitasari. Untuk sektor ganda putra, Indonesia mengirimkan dua pasangan, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang berada di peringkat 2 dunia, serta Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang baru saja menjadi juara Thailand Open 2026.
Pemain Ganda Putri dan Campuran
Pada kategori ganda putri, pasangan Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum yang menduduki peringkat 9 dunia akan berkompetisi bersama Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang berada di peringkat 11 dunia. Sementara itu, di sektor ganda campuran, Indonesia akan mengandalkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang berada di peringkat 15 dunia, serta pasangan dadakan Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Persiapan Moh Zaki Ubaidillah
Moh Zaki Ubaidillah menjadi salah satu debutan yang akan tampil di Asian Games 2026. Ia menekankan pentingnya ketahanan fisik dalam persiapannya, mengingat turnamen ini akan berlangsung dalam dua tahap, yaitu beregu dan individual. "Kalau (persiapan) skill khusus, sih, nggak ada. Paling, ya, kekuatan, daya tahan, sih. Lebih ke ketahanan di lapangan," ungkap Ubed.
Ia juga menambahkan, "Pastinya saya belajar dari kekalahan-kekalahan sebelumnya (di ajang lain) jangan sampai terulang lagi. Ya, beban pasti ada. Mungkin ya, semoga bisa lebih santai lah di setiap pertandingan bersama tim."
Sementara itu, pelatih tunggal putri Pelatnas Cipayung, Imam Tohari, menyatakan bahwa persiapan tim berjalan dengan baik. Raihan medali perunggu di Piala Uber baru-baru ini telah meningkatkan kepercayaan diri para atlet. "Persiapan khusus (para atlet tunggal putri) pasti ada. Jadi, untuk segi tekniknya itu, setelah dari Kejuaraan Dunia, saya fokuskan ke (teknik) gimana caranya menang," katanya.