Untuk pertama kalinya, para astronom telah mengidentifikasi sinyal radio yang berasal langsung dari sebuah exoplanet, membuka jalan baru untuk mempelajari karakteristik dan lingkungan dari dunia-dunia yang jauh ini. Menurut Daily Mail, para ilmuwan menggunakan sistem teleskop radio MeerKAT berskala besar di Afrika Selatan untuk merekam gelombang radio pendek yang berulang.
Lebih penting lagi, mereka mampu mengidentifikasi sumber sinyal tersebut sebagai planet tertentu, bukan hanya menentukan seluruh sistem bintang yang mengandung planet tersebut. Para peneliti di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (AS) mengatakan sinyal tersebut terdeteksi dari Beta Pictoris b, sebuah planet raksasa gas yang masih sangat muda dan terletak sekitar 63,4 tahun cahaya dari Bumi. Namun, ini bukanlah sinyal yang dikirimkan kepada kita oleh peradaban luar angkasa. Para peneliti percaya bahwa sinyal tersebut merupakan tanda adanya medan magnet yang sangat kuat yang mengelilingi planet ini. Medan magnet ini menciptakan aurora yang mirip dengan yang ada di Bumi, tetapi ribuan kali lebih kuat. Para astronom sebelumnya telah mengamati semburan radio yang disebabkan oleh aurora pada planet-planet di tata surya kita dan beberapa bintang kerdil superdingin. Namun, belum ada sinyal yang secara pasti diidentifikasi berasal dari sebuah eksoplanet, bukan dari bintang induknya. Pada tahun 2025 dan 2026, tim peneliti mengarahkan teleskop radio ke arah Beta Pictoris dalam empat periode pengamatan. Sistem bintang ini diketahui memiliki empat planet yang mengorbit, yaitu Beta Pictoris a, b, c, dan d. Tantangan yang telah lama ada adalah sulitnya memisahkan sinyal dari planet dari derau yang dipancarkan oleh bintang induknya. Dalam kasus Beta Pictoris, karakteristik bintang dan sifat unik dari sinyal tersebut telah membantu para ilmuwan mengatasi kendala ini untuk pertama kalinya.
Sinyal tersebut memiliki tingkat polarisasi melingkar yang sangat tinggi, sebuah ciri khas radiasi radio yang dihasilkan oleh aurora borealis planet tersebut. Beta Pictoris termasuk dalam kelompok bintang awal yang besar dan lebih panas daripada Matahari. Yang penting, bintang-bintang ini tidak memiliki mekanisme fisik yang diketahui yang dapat menghasilkan jenis sinyal radio yang diamati. Oleh karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa sumbernya pasti salah satu planet yang mengorbit bintang tersebut, bukan bintang itu sendiri. Dengan menggunakan quasar (inti galaksi yang sangat terang) sebagai titik referensi, tim peneliti mengidentifikasi sinyal yang berasal dari Beta Pictoris b, planet kedua dari bintang pusat. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa planet ini memiliki massa sekitar 10 kali massa Jupiter. Penemuan ini sangat penting karena membuka metode baru untuk mempelajari eksoplanet. Aurora di Beta Pictoris b terbentuk melalui proses yang disebut ketidakstabilan siklotron maser elektron, mekanisme yang sama yang menciptakan aurora di planet-planet seperti Jupiter dan Mars. Karena proses ini dipahami dengan baik, para ilmuwan dapat menggunakan sinyal radio untuk menyimpulkan karakteristik planet pemancar tersebut.
Pengukuran terbaru menunjukkan bahwa Beta Pictoris b memiliki medan magnet yang sangat kuat, ribuan kali lebih kuat daripada Bumi. Rotasi planet yang cepat juga memperkuat sinyal tersebut. Tim peneliti memperkirakan bahwa satu hari di Beta Pictoris b hanya berlangsung sekitar 8-9 jam. Fakta bahwa sinyal tersebut bukanlah pesan dari peradaban luar angkasa mungkin mengecewakan, tetapi penemuan ini tetap memiliki implikasi signifikan bagi pencarian kehidupan di luar tata surya kita. Medan magnet dapat melindungi permukaan planet dari radiasi berbahaya, yang dapat menghancurkan bentuk kehidupan awal, dan juga membantu menjaga atmosfer dari dampak angin bintang. Jika para astronom dapat mengidentifikasi sinyal aurora dari planet ekstrasolar, mereka dapat menilai planet mana yang memiliki kondisi lebih menguntungkan bagi kehidupan. Tim peneliti berencana menerapkan metode ini pada tujuh planet ekstrasolar lainnya di lima sistem bintang yang berbeda. Dengan hadirnya observatorium radio baru yang lebih sensitif, pengamatan semacam itu dapat secara signifikan memperluas pemahaman kita tentang dunia di luar tata surya kita.