🔴 Breaking
Peristiwa

Serangan Terhadap Kapal Tanker Minyak China di Selat Hormuz

Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker minyak yang membawa awak berkewarganegaraan China diserang di Selat Hormuz, di tengah ketegangan antara AS dan Iran.

Gilang Bagas Baskara

Penulis

08 May 2026
4 kali dibaca
Serangan Terhadap Kapal Tanker Minyak China di Selat Hormuz
Ilustrasi -- Kapal kargo berlayar di Selat Hormuz pada Februari lalu, beberapa hari sebelum perang berkecamuk (dok. AFP/GIUSEPPE CACACE)

Beijing - Kementerian Luar Negeri China telah mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker minyak yang mengangkut anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan China mengalami serangan di Selat Hormuz. Sumber dari mana serangan itu berasal masih belum jelas. Kapal tanker yang berbendera Kepulauan Marshall namun dimiliki oleh China tersebut diserang pada saat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengenai kendali atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital untuk pasokan minyak dan gas global.

Konfirmasi ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers rutin di Beijing pada hari Jumat (8/5). Lin menyatakan bahwa terdapat warga negara China di atas kapal tanker tersebut, meskipun tidak menyebutkan jumlahnya secara spesifik. Dia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa di antara para ABK.

Detail Serangan dan Dampaknya

Konfirmasi dari pihak China ini muncul setelah laporan dari media lokal, Caixin, yang menyebutkan bahwa sebuah kapal tanker produk minyak milik China diserang dekat Selat Hormuz pada hari Senin (4/5). Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa bagian dek kapal tanker terbakar dan kapal itu memiliki tanda "CHINA OWNER & CREW". Menurut seorang sumber yang mengetahui insiden ini, serangan itu merupakan kejadian pertama yang dilaporkan melibatkan kapal tanker minyak China di jalur perairan yang terdampak oleh konflik tersebut.

Selat Hormuz, yang sebelumnya dilalui oleh 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, mengalami gangguan lalu lintas sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu. Dalam keterangan terpisah, beberapa sumber keamanan maritim mengidentifikasi kapal yang diserang sebagai JV Innovation, yang melaporkan kebakaran di dek kepada kapal-kapal lain di sekitarnya pada hari yang sama.

Ketidakpastian Mengenai Sumber Serangan

Kepala teknisi kapal tanker tersebut, Liu Haining, yang baru saja turun dari kapal sebagai bagian dari rotasi awak, menyatakan kepada abc.net.au bahwa asal serangan itu masih belum diketahui. "Pada tahap ini, tidak ada cara untuk memastikan siapa yang menyerangnya," ujar Liu. "Mungkin bukan rudal -- lebih mungkin peluru artileri atau mungkin drone. Masih belum jelas," tambahnya.

Liu juga mengungkapkan bahwa kapal tanker tersebut masih beroperasi setelah terkena serangan. Dia menekankan bahwa belum ada kejelasan mengenai alasan kapal itu menjadi target serangan, atau apakah insiden ini merupakan kecelakaan. "Mereka tidak menyangka akan diserang karena kapal itu bahkan tidak bergerak," tuturnya.

Artikel Terkait