Tuesday, 19 May 2026
Olahraga

Satwik dan Chirag Berharap Akhiri Penantian Gelar Setelah Kalah di Thailand Open

Pasangan ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, mengalami kekecewaan setelah kalah di final Thailand Open dari pasangan Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. Meskipu...

J
Jonathan Michael
18 May 2026 6 pembaca
Satwik dan Chirag Berharap Akhiri Penantian Gelar Setelah Kalah di Thailand Open
Podium Ganda Putra Thailand Open 2026/[Foto:PBSI]

Final pertama bagi Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty di tahun ini berakhir dengan kekecewaan setelah mereka dikalahkan oleh pasangan Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, dalam pertandingan final ganda putra Thailand Open yang berlangsung di Bangkok pada Minggu, 17 Mei. Pasangan unggulan teratas dari India tersebut harus menerima kekalahan dalam dua set langsung dengan skor 12-21 dan 23-25, setelah bertanding selama 53 menit. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Leo dan Daniel melawan pasangan India dalam lima pertemuan sebelumnya.

Setelah pertandingan, Satwik dan Chirag mengungkapkan bahwa mereka masih berupaya untuk kembali ke tingkat kepercayaan diri terbaik mereka dan berharap dapat membangun momentum dari pencapaian sebagai juara kedua. "Kami mulai mendapatkan kembali sentuhan itu," ungkap Satwik. Ia menambahkan, "Saya rasa kami mulai mendapatkan kembali sentuhan itu. Kami harus lebih percaya diri di lapangan daripada bermain 50-50. Saya merasa sejak awal, kami bermain 50% saat memasuki lapangan. Tapi sebelumnya, setahun yang lalu, kami selalu 90% percaya diri." Ia juga menyatakan bahwa mereka merasa senang dengan performa mereka selama akhir pekan tersebut dan percaya bahwa aspek mental lebih berpengaruh daripada fisik. "Saya pikir mungkin cepat atau lambat, sangat segera, kami akan berada di pihak yang menang daripada di posisi kedua, tapi saya senang," tambahnya.

Optimisme Meski Kalah

Chirag juga sepakat dengan pernyataan Satwik, menyatakan, "Perlahan-lahan kami mulai mendapatkan kembali kepercayaan diri, menurut saya. Terutama setelah Piala Thomas, kami merasa jauh lebih percaya diri dalam permainan kami. Meskipun kami kalah hari ini, saya pikir kami bisa saja menang." Bagi Leo dan Daniel, kemenangan ini merupakan momen yang luar biasa, mengingat mereka kembali berpasangan setelah dua tahun absen akibat cedera yang dialami Daniel yang memerlukan operasi.

Kekalahan ini memperpanjang penantian Satwik dan Chirag untuk meraih gelar BWF World Tour selama lebih dari dua tahun. Ini juga menjadi kekalahan pertama mereka di final Thailand Open, setelah sebelumnya berhasil meraih gelar Super 500 pada tahun 2019 dan 2024. Dalam tiga final yang mereka jalani, upaya ketiga mereka untuk meraih gelar ketiga harus terhenti di tangan Leo dan Daniel.

Tantangan di Lapangan

Kedua pemain India tersebut mengakui bahwa mereka menghadapi kesulitan dalam menghadapi tantangan dari pasangan Indonesia tersebut. "Saya rasa kami tidak memulai dengan baik. Koknya cukup cepat dan kami berusaha untuk menjaganya tetap rendah sebisa mungkin. Tapi kami selalu berada dalam posisi bertahan. Di game kedua, kami memainkan kok dengan lebih tinggi dan mencampurnya dengan beberapa pukulan flick juga. Tapi pada akhirnya, itu tidak cukup," kata Chirag.

Mengenai peluang yang hilang di game kedua, Satwik menyatakan, "Kami bermain dengan tempo cepat. Agak sulit bagi kami untuk mengendalikan permainan. Mereka mengikuti gaya permainan mereka dan itu sulit. Butuh waktu bagi kami untuk menyesuaikan diri. Cara kami bermain di game kedua, seandainya kami sedikit lebih tajam di beberapa poin tersebut, mungkin kami bisa memenangkan game ketiga." Tim India kini telah memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Malaysia Masters dan akan mengikuti Singapore Open, Indonesia Open, dan Australia Open.

// Artikel Terkait