Monday, 22 June 2026
Peristiwa

Satu Korban Jiwa Akibat Gempa Berkekuatan 6,7 di Sulawesi Tengah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Korban berasal dari Kabupaten...

N
Ni Luh Ayu Sari
16 June 2026 35 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki

BNPB menginformasikan bahwa pada Selasa, 16 Juni 2026, terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 di Provinsi Sulawesi Tengah, yang mengakibatkan satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban merupakan warga dari Kabupaten Sigi, daerah yang paling terdampak oleh bencana ini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa hingga pukul 19.00 WIB, satu warga di Kabupaten Sigi telah dinyatakan meninggal. Selain itu, sekitar 110 kepala keluarga atau 312 jiwa juga terpengaruh akibat gempa tersebut. Tercatat, 25 warga mengalami luka ringan dan 13 lainnya mengalami luka berat. "Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi yang juga menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan," ungkap Abdul melalui keterangannya pada malam hari yang sama.

Dampak dan Kerusakan yang Ditimbulkan

Abdul menambahkan bahwa di Kabupaten Sigi, terdapat sekitar 89 kepala keluarga atau 272 jiwa yang terkena dampak. Di daerah tersebut, 22 warga mengalami luka ringan dan 13 lainnya mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong, sekitar 21 kepala keluarga atau 40 jiwa juga terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, dan di Kabupaten Poso, satu warga mengalami luka.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 67 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah mengalami kerusakan ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat. "Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas," jelas Abdul.

Upaya Penanganan dan Pemantauan

Kerusakan paling banyak dilaporkan terjadi di Kabupaten Sigi dengan 47 unit rumah terdampak, di mana 23 rumah mengalami kerusakan ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Di wilayah itu juga tercatat enam fasilitas ibadah mengalami kerusakan, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, serta satu unit usaha mikro kecil dan menengah mengalami kerusakan. Di Kabupaten Poso, lima unit rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan, sedangkan di Kabupaten Parigi Moutong, sekitar 15 unit rumah juga terdampak.

Di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, serta satu tempat usaha juga terdampak. Pendataan di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan.

Abdul menyampaikan bahwa BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan kaji cepat dan pendataan di wilayah yang terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta instansi terkait juga terus diperkuat untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. "Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga sore hari. BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG," tutupnya.

// Artikel Terkait