🔴 Breaking
Perubahan Waktu Kick Off Pertandingan Persib Bandung Melawan Arema FC di Stadion GBLA Jordan Pickford Menegaskan Akan Tetap di Everton Jika Timnya Lolos ke Eropa Kejadian Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Tim Medis Hari Pertama Blokade AS, Tiga Kapal Tanker Sukses Melintas di Selat Hormuz Piala Dunia 2026: Meksiko Tawarkan Bantuan untuk Iran, Namun FIFA Tetap Teguh Chelsea dan Barcelona Saingi untuk Dapatkan Ruud Nijstad dari Twente Roblox Tak Penuhi Kebijakan Perlindungan Anak, Komunikasi dengan Pengguna Asing Masih Terjadi UKSW Luncurkan Innovation Corner Experience untuk Hubungkan Inovasi dan Media Dua Tantangan Hukum bagi Prajurit TNI di Pengadilan Militer Menurut Profesor UGM Gambar AI Menyerupai Yesus Dapat Mengganggu Dukungan Pemilih untuk Trump Perubahan Waktu Kick Off Pertandingan Persib Bandung Melawan Arema FC di Stadion GBLA Jordan Pickford Menegaskan Akan Tetap di Everton Jika Timnya Lolos ke Eropa Kejadian Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Tim Medis Hari Pertama Blokade AS, Tiga Kapal Tanker Sukses Melintas di Selat Hormuz Piala Dunia 2026: Meksiko Tawarkan Bantuan untuk Iran, Namun FIFA Tetap Teguh Chelsea dan Barcelona Saingi untuk Dapatkan Ruud Nijstad dari Twente Roblox Tak Penuhi Kebijakan Perlindungan Anak, Komunikasi dengan Pengguna Asing Masih Terjadi UKSW Luncurkan Innovation Corner Experience untuk Hubungkan Inovasi dan Media Dua Tantangan Hukum bagi Prajurit TNI di Pengadilan Militer Menurut Profesor UGM Gambar AI Menyerupai Yesus Dapat Mengganggu Dukungan Pemilih untuk Trump
Teknologi

Roblox Tak Penuhi Kebijakan Perlindungan Anak, Komunikasi dengan Pengguna Asing Masih Terjadi

Roblox belum sepenuhnya menerapkan Peraturan Pemerintah terkait perlindungan anak, mengakibatkan anak-anak masih dapat berinteraksi dengan orang asing dalam platform tersebut.

Stephanie Marissa

Penulis

14 April 2026
3 kali dibaca
Roblox Tak Penuhi Kebijakan Perlindungan Anak, Komunikasi dengan Pengguna Asing Masih Terjadi

Permasalahan keamanan anak di platform digital kembali mencuat, kali ini terkait dengan permainan daring populer, Roblox. Meskipun ada peraturan pemerintah yang dibuat untuk melindungi anak-anak dari risiko berkomunikasi dengan orang asing, aplikasi ini belum memenuhi standar yang ditetapkan. Hal ini mengundang kekhawatiran di kalangan orang tua dan pengawas anak.

Roblox, yang merupakan salah satu platform permainan terbesar di dunia, memungkinkan pemain untuk membuat dan berbagi pengalaman permainan. Interaksi sosial antara pengguna menjadi salah satu daya tarik utama dari aplikasi ini. Namun, situasi ini juga menghadirkan risiko, terutama bagi anak-anak yang mungkin belum sepenuhnya memahami bahaya dari berkomunikasi dengan orang asing.

Dalam penjelasan lebih lanjut, seorang orang tua yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Saya khawatir anak saya berinteraksi dengan pengguna lain yang mungkin tidak memiliki niat baik.” Kekhawatiran yang sama juga disampaikan oleh beberapa pihak yang mencermati masalah perlindungan anak secara online. Menurut mereka, tindakan pencegahan harus lebih diperketat di platform seukuran Roblox.

Regulasi yang ada, yaitu Peraturan Pemerintah tentang perlindungan anak, menekankan pentingnya menjaga komunikasi anak agar tetap aman. Namun, Roblox tampaknya belum sepenuhnya mengimplementasikan kebijakan tersebut. Hingga kini, banyak orang tua merasa tidak ada cukup pengawasan terhadap interaksi anak di dalam permainan tersebut.

Sejumlah peneliti juga menyatakan bahwa kurangnya pengawasan dapat berpotensi meningkatkan risiko eksploitasi. “Platform seperti ini harus lebih bertanggung jawab. Harus ada sistem yang lebih ketat untuk memantau komunikasi,” ujar seorang peneliti keamanan siber. Hal ini mengindikasikan perlunya peningkatan dalam kebijakan perlindungan anak di dunia maya.

Sementara itu, pihak Roblox belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik yang diarahkan kepada mereka. Namun, isu ini menjadi semakin penting untuk dibahas mengingat peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Beberapa ahli mendesak agar keputusan segera diambil untuk memastikan keamanan dan perlindungan anak saat berinteraksi di dunia digital.

Kesimpulannya, meskipun Roblox merupakan platform yang menghibur, terdapat celah dalam sistem perlindungannya yang dapat menempatkan anak-anak dalam risiko. Dengan situasi ini, penting bagi semua pihak, baik orang tua, pengembang aplikasi, dan pemerintah, untuk bekerja sama demi menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak saat bermain di dunia maya. Perkembangan lebih lanjut mengenai pemenuhan regulasi ini akan terus dipantau oleh masyarakat serta organisasi yang peduli terhadap keselamatan anak.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id