Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah untuk mengalihkan dana yang semula dialokasikan untuk pembangunan Stadion Lakidende. Anggaran tersebut akan digunakan untuk merevitalisasi fasilitas olahraga yang sudah ada di Kendari. Proyek perbaikan ini direncanakan berlangsung selama 80 hari, dimulai pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Keputusan ini diambil dengan tujuan untuk memaksimalkan penggunaan fasilitas olahraga yang sudah tersedia, alih-alih membangun stadion baru. Dengan revitalisasi ini, diharapkan akses masyarakat terhadap sarana olahraga dapat diperluas, sekaligus mendukung pengembangan atlet lokal.
Pemeriksaan Kesiapan Proyek
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesiapan kontraktor sebelum proyek fisik dimulai. Pemeriksaan ini mencakup ketersediaan peralatan, tenaga kerja, dan kebutuhan teknis yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan proyek. "Kalau ini sudah jadi, sarana olahraga yang disiapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," ungkap Andi dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Rincian Fasilitas yang Direvitalisasi
Sebelum memulai tahap pengerjaan fisik, proyek revitalisasi telah melalui proses pemeriksaan bersama atau Mutual Check 0 persen (MC 0 persen). Tahapan ini bertujuan untuk mencocokkan kondisi aktual di lapangan dengan dokumen perencanaan dan kontrak kerja. Pembenahan di kawasan Lakidende mencakup berbagai fasilitas olahraga, seperti lapangan golf dan driving range, lapangan tenis baik dalam maupun luar ruangan, serta lapangan softball.
Selain itu, revitalisasi juga akan mencakup lapangan padel, kolam renang, lapangan basket, area skateboard, serta gedung Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra. Dengan adanya pembenahan ini, kawasan Lakidende diharapkan dapat memenuhi kebutuhan aktivitas olahraga masyarakat dan mendukung kegiatan latihan serta pembinaan atlet di Sulawesi Tenggara.
Andi berharap bahwa pelaksanaan revitalisasi ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan atlet yang memerlukan sarana olahraga. Pemanfaatan fasilitas yang sudah ada menjadi pilihan pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan olahraga Lakidende. "Kita berharap pembenahan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi masyarakat maupun atlet yang menjalani pembinaan," tutup Andi.