Saturday, 03 October 2026
Teknologi

Ponsel Mulai Tergeser? Meta dan Sejumlah Produsen Rilis Gawai AI, Termasuk Muse Charm Berdesain Mirip Tamagotchi

M
Miftahuda
29 September 2026 15 pembaca
Muse Charm seperti Tamagotchi untuk orang dewasa. Foto: Meta
Muse Charm seperti Tamagotchi untuk orang dewasa. Foto: Meta

Kecerdasan buatan kini ingin keluar dari layar ponsel. Ia ingin menempel di wajah, tergantung di leher, atau terselip di saku. Gelombang gawai AI sekunder terus bertambah. Bentuknya beragam: kacamata, earbud, perekam suara, hingga benda mungil mirip mainan. Janjinya sama: menjadi jembatan cerdas bagi seluruh kehidupan digital penggunanya, tanpa harus membuka ponsel. Setidaknya ada 8 perangkat terbaru di kategori ini: Comu Action Pro, Meta Glasses dan Muse, Rabbit R1 dengan OS3, Violoop, Elehear Beyond 2 Pro, Viaim Rise, Relay Q, dan Boya Notra Neo.

Yang paling berani menantang adalah Comu Action Pro buatan Comulytic. Bentuknya setipis kartu kredit. Fungsinya merekam dan mencatat rapat, telepon, serta wawancara. Perangkat ini dibekali enam mikrofon dengan daya rekam lebih dari 60 jam. Ia diklaim fasih 113 bahasa, lengkap dengan transkripsi dan terjemahan waktu nyata. Adiknya, Comu Note Pro, hadir dengan bentuk serupa untuk kelas pemula. Lawan langsungnya adalah Plaud Note Pro. Harga Comu jauh lebih murah. Transkripsinya memang belum semulus Plaud. Namun, Comu menawarkan fungsi lanjutan: hasil rapat bisa diubah menjadi presentasi dan dokumen beranotasi dengan sekali tekan.

Meta bergerak lebih besar. Pada Meta Connect 2026 bulan ini, Meta memperluas ketersediaan Meta Ray-Ban Display, kacamata berlayar internal yang hanya terlihat oleh pemakainya. Meta juga meluncurkan Ray-Ban Meta Audio. Kacamata ini lebih ringan dan ramping, berfokus pada audio, serta memberi akses Meta AI lewat percakapan. Tersedia dua gaya, Clubmaster dan Burbank, dengan pilihan warna lebih banyak. Ray-Ban Meta, kacamata AI terlaris di dunia, kini masuk generasi ketiga. Meta juga menggandeng LISA dan Kylie Jenner untuk desain bingkai baru. Kacamata VR Meta dijadwalkan hadir tahun depan.

Kejutan utamanya adalah Muse Charm, wujud fisik asisten AI personal Meta, Muse. Bentuknya mirip Tamagotchi untuk orang dewasa, lengkap dengan animasi jenaka. Perangkat ini dirancang tim internal Meta yang dipimpin Alan Dye, mantan desainer Apple. Muse baru tersedia di Amerika Serikat. Charm baru siap beberapa bulan lagi dan kelak juga bisa diakses melalui Meta Glasses.

Selama puluhan tahun, ponsel pintar telah menelan hampir semua benda saku: kamera, dompet, jam, alarm, perekam suara, pemutar musik, hingga buku. Gawai AI sekunder justru mencoba memecahnya kembali. Pasarnya pun masih sempit. Peminat utamanya adalah pengguna yang sudah menanamkan AI dalam alur kerja. Pemakai Rabbit R1, misalnya, dituntut paham arsitektur sistem dan melek teknologi. Privasi juga menjadi batu sandungan. Kacamata berkamera Meta masih menuai kritik. Kehadiran versi Audio dibaca sebagian pengamat sebagai upaya meredam citra itu. Peta persaingan bisa berubah cepat. OpenAI bersiap meluncurkan perangkat AI rancangan LoveFrom, studio desain Jony Ive. Jika perangkat itu mampu menjangkau konsumen awam, pasar bisa bergeser drastis. Para pendukungnya berargumen, gawai semacam ini membantu memutus kecanduan ponsel dan membuat pengguna lebih hadir di dunia nyata. Pembuktiannya masih panjang.

// Artikel Terkait