Saturday, 19 September 2026
Olahraga

Perjalanan Tee Kai Wun: Dari Bulu Tangkis ke Impian Bisnis Durian

Tee Kai Wun, atlet bulu tangkis asal Melaka, mengungkapkan bahwa jika tidak berkarier di bulu tangkis, ia mungkin akan berjualan durian. Dukungan ayahnya sangat berperan dalam perjalanan kariernya seb...

F
Farhan Hakim
19 September 2026 6 pembaca
Tee Kai Wun-Yap Roy King/[Foto:NST]
Tee Kai Wun-Yap Roy King/[Foto:NST]

Bulu tangkis telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Tee Kai Wun sejak masa kecilnya. Olahraga ini memberikan kesempatan bagi pemain ganda putra tersebut untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Tee, yang lahir di Melaka, mengakui bahwa ia tidak pernah membayangkan apa yang akan dilakukannya jika bulu tangkis tidak menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Sebagai anak laki-laki satu-satunya, Tee Kai Wun memiliki pilihan untuk mengikuti jejak ayahnya, Tee Tong Aik, yang mengelola bengkel sepeda motor di Jasin. Namun, ayahnya memberikan dukungan penuh untuk mengejar impiannya sebagai pemain bulu tangkis. “Saya tidak pernah benar-benar memikirkan apa yang akan saya lakukan hari ini jika saya tidak bermain bulu tangkis,” ujarnya. Ia menambahkan dengan tawa, “Saya tidak terlalu pandai dalam pelajaran, jadi mungkin saya akan berjualan durian.”

Ayah Tee, yang juga seorang mekanik, memiliki ketertarikan terhadap bulu tangkis dan merupakan orang yang mengenalkan Tee pada olahraga tersebut. “Mungkin dia ingin aku bermain bulu tangkis, dan aku juga satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga,” jelasnya.

Perjuangan Menuju Puncak

Namun, perjalanan Tee untuk menjadi pemain nasional bukanlah hal yang mudah. Selama masa kecilnya di Jasin, ia harus sering melakukan perjalanan ke Melaka Tengah untuk berlatih di bawah bimbingan seorang pelatih yang melihat potensinya. “Ketika saya masih muda, saya tinggal di desa dan ada seorang pelatih yang ingin melatih saya, tetapi tempat latihannya cukup jauh di Melaka Tengah sementara saya tinggal di Jasin. Tapi pelatih tidak memungut biaya apa pun dari saya,” ungkapnya.

Usaha dan dedikasinya membuahkan hasil ketika ia diterima di Sekolah Olahraga Bukit Jalil (BJSS) pada usia 15 tahun. Setelah sempat absen dari tim nasional, Tee kembali ke Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) pada usia 19 tahun dan sejak saat itu meraih berbagai prestasi di tingkat internasional. Bersama rekannya Man Wei Chong, Tee telah meraih lima gelar di BWF World Tour dan mencapai peringkat tertinggi dalam karier mereka, yaitu peringkat 4 dunia pada bulan Desember yang lalu.

Makna di Balik Prestasi

Bagi Tee Kai Wun, setiap pencapaian yang diraihnya sangat berarti, terutama mengingat perjuangan ayahnya dalam mendukungnya di tahun-tahun awal. “Saya senang dengan perjalanan hidup saya karena keadaan ayah saya saat itu sulit, tetapi beliau selalu mendukung saya,” ujarnya. Ia juga mengenang sosok Datuk Seri Lee Chong Wei, yang merupakan pemain bulu tangkis paling sukses saat ia kecil. “Mungkin ayah saya melihat bulu tangkis sebagai kesempatan bagi saya untuk mengharumkan nama dan membanggakan keluarga,” tambahnya.

Menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Tee akan berpasangan dengan Aaron Chia, berbeda dengan pasangan tetapnya, Man Wei Chong. Ini bukanlah pertama kalinya mereka bermain bersama, karena sebelumnya mereka pernah berpasangan di Pesta Olahraga Malaysia (Sukma) 2018 di Perak dan juga di Final Piala Thomas di Horsens pada bulan April lalu.

// Artikel Terkait