Awal perjalanan Ahmad Redzuan Zulwaqqarizal menuju kesuksesan dimulai dari raket yang dibelinya seharga RM2, setara dengan sekitar 10 ribu rupiah. Kini, di usia 17 tahun, ia telah menjadi juara ganda campuran Kejuaraan Asia Junior 2026 yang berlangsung di Jepang, mengakhiri penantian Malaysia selama 19 tahun untuk gelar tersebut bersama rekannya, Low Zi Yu.
Sejak kecil, Ahmad lebih menyukai sepak bola, dan jika bukan karena pengaruh sang ayah, Ahmad Abdul Rahman, ia mungkin akan menjadi pemain sepak bola. Namun, setelah terinspirasi oleh ayahnya yang sering bermain bulu tangkis, ia memutuskan untuk mencoba olahraga tersebut. "Dulu saya bermain sepak bola, sementara ayah saya sering bermain bulu tangkis dengan teman-temannya. Lalu suatu hari, saya merasa ingin mencobanya. Diam-diam saya membeli raket murah seharga RM2," ungkap Redzuan.
Dukungan Keluarga dan Perkembangan Karier
Ketika orang tuanya mengetahui ketertarikan Ahmad pada bulu tangkis, mereka memberikan dukungan penuh. "Dibandingkan dengan rekan satu tim saya yang lain di BAM, saya mulai bermain bulu tangkis agak terlambat, yaitu pada usia sembilan tahun. Saya bergabung dengan BAM ketika berusia 13 tahun," jelasnya.
Setelah kembali tanpa medali di tiga edisi sebelumnya, Ahmad bertekad untuk meraih medali di tahun terakhirnya berkompetisi di tingkat junior. Ia meminta sesi tambahan dengan pelatih setelah setiap latihan untuk meningkatkan kemampuannya. "Saya menargetkan medali emas. Saya berlatih sangat keras dan terus bertanya kepada pelatih saya tentang kelemahan saya dan bagaimana saya bisa meningkatkan kemampuan," tuturnya.
Perjuangan Menuju Kemenangan
Pada edisi kali ini, Ahmad mengubah pendekatan latihannya. "Sebelumnya, saya mengikuti jadwal latihan yang ditetapkan oleh para pelatih, tetapi kali ini saya meminta sesi tambahan untuk meningkatkan kebugaran dan performa saya di lapangan. Saya lebih fokus pada kebugaran karena saya kurang dalam hal itu. Saya banyak berlari di treadmill," tambahnya.
Dalam final yang berlangsung selama 43 menit di Gimnasium Umum Kota Yatsushiro, pasangan Redzuan-Zi Yu berhasil mengalahkan Zheng Weigang dan Li Menghan dari Tiongkok dengan skor 21-15, 22-20. Kemenangan ini menjadikan mereka sebagai juara ganda campuran junior Asia kedua bagi Malaysia, mengikuti jejak Tan Wee Kiong dan Woon Khe Wei yang meraih gelar serupa pada tahun 2007 di Kuala Lumpur.
Setelah pencapaian ini, Ahmad Redzuan akan melanjutkan kariernya dengan berkompetisi di Malaysian Junior International Challenge yang berlangsung pada 21-26 Juli di Stadion Titiwangsa, Kuala Lumpur. Sementara itu, rekannya, Zi Yu, akan berpasangan dengan Noraqilah Maisarah Ramdan di Taiwan Open pada 28 Juli hingga 2 Agustus.