Tuesday, 18 August 2026
Peristiwa

Perayaan Budaya Indonesia dalam Harmoni Kemerdekaan di SCBD

Perayaan HUT ke-81 RI dengan tema Harmoni Kemerdekaan di SCBD menonjolkan nilai-nilai budaya dan kuliner Indonesia, diselenggarakan oleh Artha Graha Peduli. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan...

S
Stephanie Marissa
18 August 2026 2 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia yang bertema Harmoni Kemerdekaan berlangsung di kawasan SCBD pada Senin, 17 Agustus 2026, dengan fokus pada nilai-nilai budaya Indonesia. Acara yang diadakan oleh Artha Graha Peduli ini menampilkan keberagaman budaya, kuliner, dan kearifan lokal sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

Makna di Balik Tema

Direktur PT Creative Event Entertainment (CEE), Ananta Pribadi, menjelaskan bahwa tema Harmoni Kemerdekaan dipilih sebagai simbol doa dan harapan agar Indonesia tetap utuh, makmur, dan adil. Semangat ini kemudian diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menonjolkan warisan budaya Indonesia. “Tema hari ini adalah Harmoni Kemerdekaan. Karena kita berdoa agar Indonesia tetap utuh, tetap makmur, adil dan makmur,” ungkap Ananta.

Mempromosikan Warisan Budaya

Ananta menekankan bahwa nilai-nilai Indonesia dalam acara ini tidak hanya ditunjukkan melalui simbol-simbol kemerdekaan, tetapi juga melalui kekayaan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Event kali ini kita mengedepankan budaya Indonesia. Nah, itu dari heritage culinary-nya, heritage budayanya,” jelasnya. Salah satu fokus utama adalah jamu, yang dianggap sebagai kekayaan budaya dengan nilai tinggi yang perlu diperkenalkan kepada generasi sekarang. Ananta berharap jamu dapat memiliki posisi yang lebih istimewa di masyarakat Indonesia. “Kita ingin jamu punya posisi yang istimewa di Indonesia. Di saat gempuran minuman-minuman tematik dari luar negeri, kami perlu untuk tetap menjaga jamu tetap ada di hati masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Selain jamu, kuliner khas dari berbagai daerah juga menjadi sorotan. Pelaku UMKM menampilkan beragam makanan lokal dari seluruh penjuru Indonesia. Kekayaan budaya ditunjukkan melalui pertunjukan seni, termasuk tari Kecak dari Bali dan musik Sape dari Kalimantan. Berbagai kesenian ini menjadi bagian dari upaya untuk menunjukkan keragaman budaya Indonesia dalam satu rangkaian acara.

Ananta menjelaskan bahwa pendekatan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih menekankan pada kirab. “Kalau tahun kemarin itu lebih banyak kirapnya. Hari ini kita memfokuskan kepada budaya lokal dan wellness-nya (kesehatan),” ujarnya. Semangat untuk mengangkat nilai-nilai Indonesia juga diwujudkan dengan melibatkan sekitar 60 UMKM binaan Artha Graha Peduli, yang berperan penting dalam menghadirkan produk lokal dan mendukung perekonomian masyarakat.

Acara ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM melalui peningkatan penjualan. “Targetnya adalah pertama, menjaga warisan budaya. Kenapa kami selalu membuat event itu yang festive (meriah), lebih mengedepankan budaya Indonesia,” kata Ananta. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung UMKM dengan membeli produk-produk lokal yang ditawarkan. “Target penjualan yang kami sangat berharap bisa men-support teman-teman UMKM,” tutupnya.

// Artikel Terkait