Thursday, 17 September 2026
Peristiwa

Pencapaian Kemenimipas Dua Tahun: Program Ketahanan Pangan Dikenal Efektif

Program ketahanan pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mendapat apresiasi sebagai inovasi yang mendukung agenda pemerintahan saat ini, dengan melibatkan ribuan warga binaan dal...

J
Jonathan Michael
17 September 2026 7 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Program ketahanan pangan merupakan salah satu inovasi yang dihadirkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk mendukung agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Inisiatif ini juga bertujuan untuk merubah pola pembinaan bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan.

Ribuan warga binaan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti pertanian, perkebunan, hortikultura, peternakan, dan budidaya ikan. Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menilai bahwa langkah ini memberikan dampak yang lebih luas. Dia menyatakan, “Pembinaan warga binaan jangan hanya berhenti pada menjalani masa pidana. Mereka harus diberi keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.”

Manfaat Program Ketahanan Pangan

Menurut Hari, kegiatan ketahanan pangan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk belajar dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. “Ini bukan sekadar aktivitas di dalam Lapas. Ada keterampilan, produktivitas, dan manfaat sosial yang bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sejak Kemenimipas dibentuk pada Oktober 2024, program ketahanan pangan telah dikembangkan di berbagai satuan kerja pemasyarakatan. Hasilnya, program ini telah menghasilkan ratusan ton dari berbagai komoditas. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga memberi kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan minat, bakat, dan keterampilan mereka.

Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian di Lapas dan Rutan, serta pembimbingan di Balai Pemasyarakatan (Bapas). Hari menekankan pentingnya pendekatan ini karena memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan. “Warga binaan tidak hanya menjadi objek pembinaan. Mereka juga bisa menjadi bagian dari proses produksi yang menghasilkan manfaat,” ungkapnya.

// Artikel Terkait