Thursday, 17 September 2026
Peristiwa

Inovasi Timbangan Balita Berbasis IoT di Posyandu Mayasari 3 untuk Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

Di Posyandu Mayasari 3, Kabupaten Bandung, tim dosen Universitas Muhammadiyah Bandung memperkenalkan timbangan balita berbasis Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk membantu orang tua dan kade...

M
Maria Angelica
16 September 2026 6 pembaca
Foto: Dok. UM Bandung
Foto: Dok. UM Bandung

BANDUNG -- Teknologi tidak selalu harus rumit untuk memberikan manfaat. Di Posyandu Mayasari 3 yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dosen dari Universitas Muhammadiyah Bandung berupaya menerjemahkan teknologi menjadi solusi sederhana yang mendukung kader dan orang tua dalam memantau pertumbuhan balita.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), mereka memperkenalkan inovasi timbangan balita yang ramah anak dan berbasis Internet of Things (IoT). Timbangan ini terhubung dengan dashboard digital yang memudahkan pemantauan data tumbuh kembang anak.

Program Pemberdayaan Posyandu

Inovasi ini juga dilengkapi dengan edukasi mengenai pengasuhan anak yang berorientasi pada nilai-nilai keagamaan, sehingga pemantauan tumbuh kembang tidak hanya bergantung pada data, tetapi juga didukung oleh pola pengasuhan yang baik dalam keluarga. Program ini berjudul “Pemberdayaan Posyandu melalui Inovasi Timbangan Balita Ramah Anak Berbasis IoT dan Penyuluhan Prophetic Parenting di Posyandu Mayasari 3” dipimpin oleh Dianti Eka Aprilia, dosen dari Program Studi Teknik Informatika UM Bandung. Program ini didanai oleh Kemdiktisaintek sebagai Skema Pengabdian Masyarakat Pemula.

Keterlibatan dan Inovasi Tim

Pada Selasa (15/9/2026), saat pelaksanaan uji coba timbangan IoT dan pelatihan kader posyandu, Dianti menjelaskan bahwa inovasi ini berangkat dari kebutuhan nyata mitra. Sebelum menentukan solusi, tim melakukan diskusi kelompok terfokus, observasi alur pelayanan, dan analisis kebutuhan dengan kader Posyandu Mayasari 3 serta bidan desa pada 20 Juli 2026. “Fokus utama kegiatan ini adalah membantu mewujudkan layanan posyandu yang lebih efisien, ramah anak, berbasis teknologi, sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak,” ungkap Dianti.

Tim PKM terdiri dari Dianti Eka Aprilia sebagai ketua, bersama Mulki Rezka Budi Pratama dari Prodi Teknik Elektro dan Dian Kusumawati dari Prodi PIAUD, serta melibatkan mahasiswa dari Prodi Teknik Informatika dan Teknik Elektro. Salah satu inovasi utama adalah timbangan balita yang didesain menyerupai mobil-mobilan, yang tidak hanya menarik tetapi juga membuat proses penimbangan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak.

Keunikan dari timbangan ini adalah kemampuannya untuk mengirimkan hasil penimbangan secara digital ke dashboard posyandu, sehingga kader tidak perlu sepenuhnya bergantung pada pencatatan manual. Hal ini memungkinkan proses pelayanan menjadi lebih praktis dan data pertumbuhan anak dapat terdokumentasi dengan lebih teratur. Timbangan ini akan terintegrasi dengan Rasi Balita, sebuah dashboard berbasis web untuk mencatat, menyimpan, dan memantau data pertumbuhan balita secara digital.

Dianti berharap bahwa integrasi teknologi ini dapat membantu kader bekerja lebih efisien dan memudahkan orang tua dalam mendapatkan informasi mengenai perkembangan anak. “Teknologi yang kami hadirkan diharapkan bukan hanya menjadi alat, tetapi benar-benar membantu kader dalam memberikan pelayanan dan membantu orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak,” jelasnya.

// Artikel Terkait