Thursday, 13 August 2026
Peristiwa

Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin, Menko Djamari: Momentum untuk Perkuat Pengawasan Laut

Menko Polhukam Jenderal (Purn) Djamari Chaniago mengapresiasi keberhasilan penggagalan penyelundupan 1,3 ton narkoba jenis ketamin di perairan Kepulauan Riau, yang menunjukkan kolaborasi antarlembaga...

T
Theresia Okta Anindya
13 August 2026 1 pembaca
Foto: Kemenko Polkam
Foto: Kemenko Polkam

Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, memberikan penghargaan atas keberhasilan aparat gabungan dalam menggagalkan penyelundupan 1,3 ton narkoba jenis ketamin melalui kapal MV King Sun di perairan Kepulauan Riau. Kejadian ini menjadi bukti nyata dari sinergi dan kolaborasi antara berbagai lembaga dalam menghadapi kejahatan lintas negara, terutama dalam hal penyelundupan narkoba melalui jalur laut.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Djamari menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin adalah hasil kerja sama yang melibatkan TNI AL, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya, termasuk masyarakat maritim.

Apresiasi untuk Kerja Sama Antarlembaga

"Pemerintah mengapresiasi keberhasilan ini. Pemerintah dapat hadiah HUT ke-81 RI," ungkap Djamari saat menghadiri pemusnahan barang bukti dan konferensi pers mengenai pengungkapan 1,3 ton narkoba di Markas Komando Daerah Angkatan Laut IV (Kodaeral IV) Batam, Kota Batam, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak dapat dilihat sebagai keberhasilan satu institusi saja, melainkan sebagai hasil kerja bersama yang membutuhkan penguatan koordinasi, pertukaran informasi, serta kemampuan dalam mendeteksi dan menindak.

Djamari menekankan pentingnya kerja sama, "Hanya dengan cara bekerja bersama-sama kita bisa berhasil. Perkokoh persatuan kita bersama," ujarnya. Ia menilai bahwa pengungkapan jaringan penyelundupan lebih penting daripada sekadar melihat jumlah barang bukti yang berhasil diamankan. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan negara dalam mendeteksi, menghentikan, dan membongkar jalur yang digunakan oleh jaringan penyelundupan lintas negara.

Pentingnya Pengawasan Laut Indonesia

Lebih lanjut, Djamari menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini juga membuktikan bahwa sistem pengawasan dan penegakan hukum di wilayah laut Indonesia terus berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya mengirimkan pesan tegas kepada jaringan kejahatan lintas negara bahwa wilayah Indonesia tidak boleh dijadikan sebagai tempat transit, penyimpanan, maupun penyaluran narkotika dan barang ilegal lainnya. "Beri pesan yang jelas, Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit, penyimpanan, dan penyaluran narkoba dan barang ilegal lainnya," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa keberhasilan pengungkapan dan pemusnahan barang bukti tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk semakin memperkuat pengawasan di wilayah perairan Indonesia.

// Artikel Terkait