BPIP telah memulai program pelatihan dan pembinaan bagi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat untuk tahun 2026. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempersiapkan peserta dalam melaksanakan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga untuk memberikan pendidikan karakter dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Sebanyak 76 calon Paskibraka yang mewakili 38 provinsi mengikuti pemusatan pelatihan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang berlokasi di Depok. Semua peserta telah menjalani proses seleksi yang ketat mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat nasional.
Tujuan Pembinaan yang Berintegritas
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengungkapkan bahwa pemusatan pelatihan ini merupakan langkah awal untuk membentuk generasi muda yang memiliki integritas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. “Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan keputusan yang adik-adik ambil setiap hari. Itulah makna sejati menjadi Paskibraka, yaitu menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila,” ujarnya saat membuka pelatihan di Depok.
Pola Pembinaan yang Inovatif
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Surahno, menjelaskan bahwa pembinaan tahun ini menggunakan tiga pendekatan utama: pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Melalui metode ini, peserta akan mendapatkan pemahaman tentang Pancasila, wawasan kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, kedisiplinan, serta pembentukan karakter. Selain pelatihan kepaskibrakaan, peserta juga dijadwalkan untuk mengikuti pembelajaran berbasis pengalaman melalui kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
BPIP juga menerapkan pola pembinaan di asrama dengan konsep “Desa Bahagia”, yang bertujuan untuk mempertemukan peserta dari berbagai daerah dalam satu lingkungan guna mendorong interaksi lintas budaya dan memperkuat semangat kebangsaan. Setelah menyelesaikan tugas pada upacara pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka pada 17 Agustus 2026, peserta akan mengikuti rangkaian pembinaan lanjutan sebelum diangkat sebagai Purnapaskibraka Duta Pancasila sesuai dengan ketentuan BPIP.