Saturday, 25 July 2026
Olahraga

Pearly-Thinaah Dianggap Underdog Saat Hadapi Jepang di China Open 2026

Pemain bulu tangkis Malaysia, Pearly Tan dan M Thinaah, berjuang untuk mempertahankan harapan negara mereka di China Open 2026 setelah mencapai perempat final. Direktur pelatihan ganda nasional, Rexy...

A
Agung Maulana
24 July 2026 12 pembaca
Yuki Fukushima-Mayu Matsumoto/[Foto:PBSI]
Yuki Fukushima-Mayu Matsumoto/[Foto:PBSI]

Kekalahan sejumlah pemain bulu tangkis Malaysia di babak 16 besar China Open 2026 dapat diprediksi, namun Rexy Mainaky, yang menjabat sebagai direktur pelatihan ganda nasional, tetap optimis terhadap peluang Pearly Tan dan M Thinaah untuk melanjutkan tantangan Malaysia di Changzhou. Pasangan yang menduduki peringkat 5 dunia ini menjadi satu-satunya wakil Malaysia yang tersisa setelah berhasil mengalahkan pasangan Ukraina, Polina Buhrova dan Yevheniia Kantemyr, dengan skor 21-19, 21-12, sehingga melaju ke perempat final.

Pearly sebelumnya mengalami cedera punggung yang membuatnya absen setelah Kejuaraan Bulu Tangkis Asia pada bulan April, dan baru kembali berkompetisi di Singapore Open pada akhir Mei. Beberapa kekurangan terlihat ketika pasangan yang pernah menduduki peringkat 2 dunia ini hanya mampu mencapai perempat final di Indonesia Open bulan lalu, dan kini mengulangi pencapaian tersebut di China Open.

Pengelolaan Emosi yang Baik

Rexy Mainaky mengakui bahwa Pearly dan Thinaah belum menunjukkan performa terbaik mereka, tetapi ia merasa senang melihat bagaimana mereka dapat mengelola emosi selama kompetisi di China Open. "Pearly dan Thinaah masih belum dalam performa terbaik mereka, tetapi hal positifnya adalah mereka mampu mengendalikan emosi mereka dengan baik meskipun performa mereka naik turun selama pertandingan," ungkap Rexy.

Melawan Jepang di Perempat Final

Pada perempat final, mereka akan berhadapan dengan pasangan Jepang, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto, yang memiliki keunggulan head-to-head 5-4. Pertandingan ini akan berlangsung pada hari Jumat, dan Rexy percaya bahwa pasangan Jepang yang berada di peringkat 3 dunia tersebut akan memiliki sedikit keunggulan, mengingat Pearly dan Thinaah masih berusaha menemukan ritme permainan mereka di Tur Dunia. "Melawan pasangan Jepang itu, mereka akan memulai pertandingan sebagai tim yang kurang diunggulkan. Namun, Pearly dan Thinaah pernah mengalahkan mereka sebelumnya, jadi saya harap mereka akan berjuang sampai akhir dan mendapatkan kembali momentum mereka," tambah Rexy.

Walaupun performa terkini menunjukkan bahwa Fukushima dan Matsumoto menjadi favorit, China Open memberikan kesempatan bagi Pearly dan Thinaah untuk kembali menemukan performa yang pernah membawa mereka ke peringkat 2 dunia.

// Artikel Terkait