Monday, 27 July 2026
Olahraga

Pearly Tan dan M Thinaah Siap Berjuang di Taiwan Open 2026

Pearly Tan dan M Thinaah bertekad untuk mengembalikan performa mereka di Taiwan Open 2026 setelah mengalami beberapa kekalahan akibat cedera. Pasangan peringkat lima dunia ini berharap dapat memanfaat...

A
Agung Maulana
26 July 2026 10 pembaca
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:NST]
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:NST]

Pearly Tan dan M Thinaah berfokus untuk mengembalikan momentum mereka di Taiwan Open 2026 yang akan berlangsung pekan depan, setelah mengalami serangkaian kekalahan di babak awal turnamen akibat cedera. Pasangan yang menduduki peringkat lima dunia ini terpaksa absen selama dua bulan karena Pearly mengalami cedera punggung yang kambuh, yang membuat mereka melewatkan Uber Cup di Denmark pada bulan April, serta Thailand Open dan Malaysia Masters pada bulan Mei.

Pearly Tan mengungkapkan bahwa peningkatan yang ditunjukkan oleh pasangan-pasangan di luar 10 besar sangat mengesankan. Meskipun mereka masih menjadi salah satu pasangan unggulan, Pearly merasakan dampak dari ketidakhadiran mereka di kompetisi selama dua bulan, karena para pesaing terus menunjukkan performa yang baik. Di Japan Open, Pearly dan Thinaah harus mengakui kekalahan di babak pertama dari pasangan Taiwan, Hsu Yin Hui dan Lin Jhih Yun. Namun, mereka menunjukkan tanda-tanda pemulihan di China Open dengan mencapai perempat final, meskipun akhirnya kalah dari pasangan Jepang yang berada di peringkat tiga dunia, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto, di Changzhou.

Proses Pembelajaran dan Harapan untuk Turnamen Mendatang

Sejak All England pada bulan Maret, pasangan ini belum mampu mencapai semifinal di Tur Dunia. Pearly menyatakan, "Meskipun kami diunggulkan di China Open, itu bukanlah fokus kami karena saya sudah absen cukup lama. Para rival kami telah mengejar ketertinggalan, jadi kami menganggap setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan mencoba untuk mendapatkan kembali momentum kami."

Pearly Tan hanya mampu menunjukkan sedikit performanya saat menghadapi Fukushima-Matsumoto, yang kini telah mereka kalahkan dalam empat pertandingan berturut-turut. Namun, mereka berharap dapat bangkit di Super 300 Taiwan Open yang akan dimulai pada hari Selasa. "Kami akan memanfaatkan sepenuhnya beberapa hari ke depan untuk berlatih sebelum turnamen minggu depan dan mudah-mudahan kembali lebih kuat," ujar Pearly.

Optimisme Thinaah dan Tantangan di Turnamen

Thinaah juga tetap optimis meskipun mereka tersingkir di perempat final ajang Super 1000 di Changzhou. "Saya rasa ada tanda-tanda positif di Changzhou. Kami semakin mendekati ritme permainan kami. Namun, seperti yang saya katakan sebelumnya, masih banyak area yang perlu kami tingkatkan, terutama permainan, komunikasi, dan penguasaan lapangan," tuturnya.

Thinaah menambahkan, "Kami akan mengambil semua hal positif dari turnamen ini dan terus melangkah maju." Di Taiwan Open, pasangan peringkat sembilan dunia, Hsieh Pei Shan dan Hung En Tzu dari Taiwan, menjadi satu-satunya pasangan peringkat 10 besar lainnya yang berpartisipasi. Pearly dan Thinaah akan memulai kampanye mereka melawan pasangan Jepang yang menduduki peringkat 12 dunia, Mao Hatasue dan Kanano Muroya, di babak pertama.

// Artikel Terkait