Hanya sedikit orang yang memahami dinamika kemitraan antara Aaron Chia dan Soh Wooi Yik lebih baik daripada Paulus Firman. Mantan pelatih ganda putra nasional Indonesia ini memiliki peranan penting dalam perkembangan pasangan tersebut sejak tahun 2018, membantu mereka menjadi kombinasi ganda putra terbaik Malaysia dan meletakkan dasar bagi kesuksesan yang mengantarkan mereka meraih gelar juara dunia serta dua medali perunggu di Olimpiade. Oleh karena itu, dukungan Paulus terhadap keputusan baru-baru ini untuk memisahkan Aaron dan Wooi Yik sangat berarti.
Paulus Firman tidak mempertanyakan langkah yang diambil oleh pelatih ganda putra nasional, Herry Iman Pierngadi. Ia justru meyakini bahwa ini adalah risiko yang terukur dan layak diambil, seiring Malaysia berupaya menemukan kombinasi terbaik menjelang Olimpiade Los Angeles 2028. "Saya rasa ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan," ungkap Paulus saat berada di Kuala Lumpur bersama tim Singapura untuk program pelatihan gabungan di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM). "Tentu saja, kita harus menunggu dan melihat hasilnya, tetapi jika Anda tidak mencoba, Anda tidak akan pernah tahu."
Perombakan Strategi Ganda Putra
Paulus menambahkan, "Bulu tangkis semakin kompetitif setiap tahunnya. Terkadang Anda perlu mencoba sesuatu yang berbeda untuk menemukan kombinasi yang lebih baik. Itulah tujuan dari melakukan perubahan." Bulan lalu, Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) mengumumkan bahwa pasangan peringkat 3 dunia, Aaron dan Wooi Yik, serta pasangan peringkat 9 dunia, Man Wei Chong dan Tee Kai Wun, akan dipisahkan sebagai bagian dari perombakan yang lebih luas di sektor ganda putra.
Dalam perombakan ini, Aaron akan berpasangan dengan pemain muda, Aaron Tai, sementara Wooi Yik akan berpasangan dengan Wei Chong. Tee Kai Wun akan dipasangkan dengan Yap Roy King, dan Wan Arif Junaidi akan bergabung dengan Kang Khai Xing, saat tim pelatih berusaha menemukan kombinasi terkuat menjelang Olimpiade Los Angeles 2028. Langkah ini telah menjadi topik hangat di kalangan komunitas bulu tangkis, dengan direktur pelatihan ganda Rexy Mainaky dan Herry IP menekankan bahwa tujuan dari perubahan ini adalah untuk menemukan pasangan terbaik bagi Malaysia dalam siklus Olimpiade mendatang.
Pentingnya Eksplorasi dalam Pelatihan
Paulus Firman, yang pernah dua kali menjabat di BAM sebelum bergabung dengan Asosiasi Bulu Tangkis Singapura pada tahun 2022, menilai bahwa langkah ini menunjukkan kesediaan tim pelatih untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan alih-alih berpuas diri dengan keadaan yang ada. "Setiap pelatih harus mempelajari kekuatan individu para pemain," katanya. "Anda harus melihat bagaimana kemampuan mereka saling melengkapi. Ini bukan sekadar mencampuradukkan pemain. Anda juga harus mempertimbangkan karakter dan kecocokan mereka sebelum memutuskan apakah kemitraan tersebut dapat berhasil."
Selama masa baktinya yang kedua di BAM antara tahun 2018 dan 2022, Paulus mengawasi perkembangan Aaron dan Wooi Yik dari pemain muda yang menjanjikan hingga menjadi pasangan ganda putra terkemuka di Malaysia. Ia mengakui bahwa membangun kemitraan yang sukses memang memerlukan kesabaran, namun percaya bahwa banyaknya pemain ganda putra berkualitas di Malaysia memberikan keleluasaan bagi Herry untuk bereksperimen.
"Ketika Anda memiliki banyak pemain berkualitas, pelatih secara alami memiliki lebih banyak pilihan," tambahnya. "Bukan berarti menemukan kombinasi yang tepat itu mudah, tetapi memiliki lebih banyak pemain dengan kemampuan serupa memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan." Paulus, yang sedang mempersiapkan anak didiknya untuk Taiwan Open dan Korea Masters, menyebut kunjungan tersebut sebagai kesempatan berharga bagi para pemainnya untuk belajar, sekaligus merasa seperti pulang kampung setelah menghabiskan empat tahun bersama BAM. "Rasanya seperti pulang ke rumah," ujarnya. "Saya punya banyak kenangan indah di sini dan selalu menyenangkan untuk kembali."
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BAM, direktur pelatihan ganda Rexy Mainaky, dan kepala pelatih ganda putra Herry, karena telah memberikan kesempatan kepada tim Singapura untuk berlatih di sana. "Ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi para pemain kami. Meskipun mereka bertemu pemain Malaysia di turnamen, berlatih bersama itu berbeda karena mereka dapat belajar banyak dari satu sama lain."