Friday, 24 July 2026
Peristiwa

Pameran Foto dan Diskusi Perkenalkan Program Sekolah Rakyat di TIM

Acara pameran fotografi dan diskusi di Taman Ismail Marzuki bertujuan untuk memperkenalkan Program Sekolah Rakyat kepada masyarakat, dengan fokus pada pendidikan inklusif.

A
Arya Satya Sasmita
23 July 2026 13 pembaca
Foto: Ist
Foto: Ist

Di Jakarta, pameran fotografi yang mengangkat tema human interest menjadi wadah untuk memperkenalkan Program Sekolah Rakyat kepada publik. Melalui pendekatan visual serta diskusi, acara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan yang inklusif.

Pameran dan Diskusi di Taman Ismail Marzuki

Pameran foto dan talkshow yang berjudul “Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan” berlangsung di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki (TIM) dari tanggal 21 hingga 25 Juli 2026. Dalam acara ini, hadir sebagai narasumber Pengamat Pendidikan dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Alpha Amirrachman, dan fotografer senior, Arbain Rambey.

Tujuan Program Sekolah Rakyat

Alpha Amirrachman menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, berkualitas, dan adil. Program ini ditujukan untuk anak-anak dari kelompok rentan dengan menyediakan layanan pendidikan yang menyeluruh, termasuk penerapan sistem berasrama. “Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan,” ungkap Alpha dalam siaran pers pada 23 Juli 2026.

Menurut Alpha, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berperan dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pemerataan kesempatan belajar. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih luas, program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antar generasi. “Setiap anak harus memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi,” tambahnya.

Peran Fotografi dalam Pendidikan

Sementara itu, Arbain Rambey menyatakan bahwa fotografi memiliki peran penting sebagai media komunikasi visual untuk menyampaikan substansi kebijakan publik. Karya fotografi dianggap mampu menghadirkan cerita yang lebih mudah dipahami dan membangun empati masyarakat terhadap isu yang diangkat. “Fotografi mampu menghadirkan narasi yang lebih mudah dipahami, membangun empati, serta memperlihatkan dampak nyata suatu program secara lebih dekat kepada publik,” jelas Arbain.

Arbain juga mencatat bahwa antusiasme masyarakat terhadap pameran ini cukup tinggi. Banyaknya karya yang diterima menunjukkan perhatian publik yang besar terhadap isu pemerataan pendidikan, di mana fotografi berfungsi sebagai media universal yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dalam sesi diskusi, kedua narasumber sepakat bahwa pendekatan visual melalui fotografi dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat literasi publik mengenai Program Sekolah Rakyat. Melalui karya-karya yang dipamerkan, masyarakat diajak untuk memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial.

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan fashion show dari Rumah Quinsa. Penyelenggara berharap pameran dan diskusi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Program Sekolah Rakyat serta memperkuat dukungan publik terhadap kebijakan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan.

// Artikel Terkait