Friday, 10 July 2026
Peristiwa

Mendiktisaintek Dorong Penerima Beasiswa untuk Berjuang dan Tidak Manja

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan pentingnya mental yang kuat bagi penerima Beasiswa Garuda agar tidak bersikap manja dan siap bersaing di dalam negeri setela...

Z
Zidan Alfarezi
09 July 2026 25 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, memberikan motivasi kepada penerima Beasiswa Garuda agar meninggalkan sikap manja dan bertransformasi menjadi individu yang tangguh. Dalam acara Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (9/7/2026), ia menyoroti banyaknya lulusan beasiswa luar negeri yang enggan kembali ke Indonesia dengan alasan kurangnya fasilitas dan minimnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Pentingnya Sikap Berani dan Mandiri

Mendiktisaintek menegaskan bahwa alasan tersebut tidak dapat diterima, mengingat para penerima beasiswa adalah individu berprestasi yang seharusnya mampu bersaing dan menciptakan peluang di dalam negeri, bukan hanya menunggu bantuan dari pemerintah. "Kalau anda terbaik, kenapa anda harus takut bertarung di Indonesia melawan yang tidak bisa ke luar negeri? Jadi jangan takut, jangan nanti setelah lolos (beasiswa) mengeluh tidak ada yang memfasilitasi. Kalau tidak ada bidangnya yang sesuai, anda buat di Indonesia," ungkapnya.

Pengalaman Pribadi sebagai Motivasi

Mendiktisaintek juga berbagi pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan di Jepang, di mana ia tidak mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia. Ia harus mencari beasiswa sendiri dari pemerintah Jepang sambil bekerja serabutan sebagai petugas kebersihan kereta api. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk tidak mudah mengeluh, bahkan terkait masalah kecil seperti keterlambatan pencairan dana beasiswa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para siswa unggulan untuk menghindari jebakan kesombongan intelektual. Menurutnya, merasa paling pintar dapat menjadi awal dari masalah, karena akan menimbulkan mentalitas yang lemah ketika menghadapi tekanan akademik di universitas terkemuka. Sebagai bekal menghadapi tantangan dalam pendidikan dan kehidupan, Mendiktisaintek menekankan tiga pilar karakter yang dikenal dengan PPG, yaitu Perseverance (ketekunan jangka panjang), Persistence (kegigihan untuk bangkit setelah gagal), dan Grit (daya juang tanpa lelah).

Orang yang memiliki karakter PPG, menurut Mendiktisaintek, akan lebih fokus pada penyelesaian masalah daripada hanya mengeluh. Ia juga menantang para penerima beasiswa untuk mandiri dengan mencari beasiswa S2 sendiri dari profesor di luar negeri, tanpa mengharapkan fasilitas dari pemerintah Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan S1. "Terakhir saya kasih pesan, jadilah orang-orang yang humble, jadilah orang yang rendah hati. Orang-orang hebat itu ternyata adalah mereka yang tidak banyak drama, tidak banyak tampil, melainkan mereka yang bekerja dalam ketekunan," tutup Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

// Artikel Terkait